14,3 Persen Warga Agam Masih Manfaatkan Sungai untuk MCK

Ilustrasi. (antara)
Ilustrasi. (antara)

LUBUK BASUNG  – Sebanyak 67.983 dari 476.897 jiwa warga Kabupaten Agam, masih memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan MCK. Sedangkan jumlah  masyarakat yang memiliki jamban sebanyak 408.914 jiwa.

“Sekitar 14,3 persen warga masih memanfaatkan sungai untuk keperluan MCK. Data tersebut diperoleh dari 23 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan pada 2016,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Indra Rusli didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Halim Wajdi kepada Singgalang, Kamis (20/4).

Pada umumnya, mereka ini berada pada daerah pelosok di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Palembayan, Palupuh, Malalak dan lainnya.

Buang air besar di kolam-kolam ikan merupakan tradisi yang salah menurut peraturan kesehatan, karena tidak semua kotoran manusia dimakan ikan. Sebagian ada yang mengapung sehingga sarang kuman, virus, dan bakteri.

Penyakit yang disebabkan sanitasi yang buruk, santara lain tifoid, polio, cacingan, dan diare. Penyakit tersebut berakibat pada banyaknya balita dan anak-anak yang menderita gizi buruk, sehingga kesehatan, dan pendidikan mereka terganggu. Penyakit itu juga merupakan penyebab tingginya tingkat kematian balita dan anak-anak.

Karena itu, untuk mencegah terjadinya berbagai penyakit menimpa masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, membantu masyarakat kurang mampu 1.300 jamban, melalui 23 Puskesmas yang ada di daerah itu.

“Bantuan itu telah diserahkan dan ditargetkan akan selesai pada akhir
2017,” katanya. (mursidi)