34 Pembangkit Listrik Mangkrak, Negara Rugi Rp3,76 Triliun

 

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA – Pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) memastikan bahwa 34 proyek pembangkit listrik era Susilo Bambang Yudhoyono mangkrak dan berpotensi merugikan negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang telah mendapatkan laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pramono menyebutkan, hasil audit yang dilakukan BPKP tersebut telah disampaikan kepada Presiden Jokowi, yang mana proyek-proyek pembangkit listrik PLN yang terkendala pembangunannya.

“Dengan perpres no 71 tahun 2006 dan perpres nomor 4 tahun 2010, PLN ditugaskan untuk sekitar 7.000 mw dan sampai hari ini dari 7.000 mw ada 34 proyek, sampai hari ini proyek itu tidak terselesaikan,” kata Pramono di Komplek Istana, Jakarta, Jumat (4/11/2016).

Dari hasil temuan BPKP, Pramono menyebutkan, ada pembayaran yang telah dikeluarkan pemerintah sebesar Rp4,94 triliun namun proyek tersebut hingga saat ini belum juga selesai.

Parahnya lagi, tambah Pramono, dari 34 proyek terdapat 12 proyek yang dipastikan tidak dapat dilanjutkan kembali pembangunannya.

“Sehingga ada potensi kerugian negara yang cukup besar dari nilai kontrak sebesar Rp3,76 triliun,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dari 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak ini, juga ada 22 projek yang bisa dilanjutkan akan tetapi pemerintah harus mengucurkan dana tambahan sekira Rp4,68 triliun sampai Rp7,25 triliun.

“Sehingga penambahan pembayarannya cukup besar,” tandasnya. (aci)

agregasi okezone1