Aturan Makanan yang Tepat bagi Penderita Diabetes

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PENDERITA diabetes punya aturan ketat dalam asupan makanan yang dikonsumsi. Namun yang jadi fokus utama adalah membatasi asupan dengan indeks glikemik tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan kalori sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan, berat badan, usia, aktivitas fisik, serta kondisi diabetes yang dialami pasien.

Namun ada gambaran umum mengenai presentase makanan dalam satu porsi yang dianjurkan bagi diabetesi. Berikut ulasan selengkapnya seperti dikatakan Dr. Irene Gabriela M.Gizi:

Kebutuhan karbohidrat

Secara umum, penderita diabetesi disarankan untuk mengonsumsi karbo dengan indeks glikemik rendah. Komposisi karbohidrat dalam satu porsi setidaknya berkisar antara 45-60 persen.

“Coba komposisikan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah. Bisa dengan pasta, nasi merah, kentang, atau makanan dari gandum,” katanya.

Kebutuhan protein

Dalam satu porsi, protein juga mutlak dikonsumsi diabetesi. Presentase dalam satu piring setidaknya 15-20 persen dari kebutuhan total sehari. “Protein bisa dikombinasi. Baik protein hewani dan nabati,” tambah Dr. Irene.

Lemak

Komposisi lemak juga diperlukan. Presentasenya hampir sama seperti protein, yakni berkisar 15-25 persen per porsi. Lemak yang disarankan setidaknya lemak baik atau lemak tak jenuh.

“Makanan yang dimasak untuk diabetesi setidaknya pakai minyak zaitun karena minyak ini mengandung lemak baik. Kemudian daging ikan yang kaya omega-3 juga disarankan,” papar Irene.

Vitamin dan mineral

Bagi penderita diabetesi, makanan yang kaya akan vitamin dan mineral perlukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi. Vitamin dan mineral bisa didapat dari sayur dan buah.

Perlu diingat, batasi jumlah buah terlebih yang mengandung gula tinggi. Pasalnya gula dalam buah juga dapat membuat gula darah naik dengan cepat.

“Buah dan sayur juga harus bervariasi. Buah apa pun sebenarnya tidak ada larangan, tapi jumlahnya dibatasi. Kemudian variasikan buah dan sayur setiap hari agak nutrisi yang diserap tubuh lebih beragam,” pungkasnya. (aci)

agregasi okezone1