Adegan Reka Ulang Pembunuhan Pedagang Lontong 2 Versi, Ini Alasan Polisi

PADANG – Kasus pembunuhan terhadap pedagang lontong, Ismiawati (49) di Kalumbuk, Kuranji, Juli lalu direka ulang di
Mapolresta Padang tadi siang.

Menurut Kapolsek Kuranji, Kompol John Priono, rekonstruksi tak digelar di TKP untuk menjamin kelancarannya, dan untuk keaman
tersangka Hamzah (27).

Hanya saja adegan dalam reka ulang itu dibuat dua versi. Satu berdasarkan pengakuan tersangka, dan satu lagi menurut
penuturan keluarga korban.

Pada versi pertama, tersangka menusuk korban karena menghalanginya mengejar anak korban, Afif. Dua tusukan pisau
di perut itu membuat korban bersimbah darah hingga menghembuskan nafas terakir di rumah sakit.

Afif diburu Hamzah karena sudah menggertak Anton yang juga berdagang daging di depan rumah korban. Tindakan Alif itu
karena melihat ibunya terlibat cekcok mulut dengan Anton.

Hamzah yang tak terima kemudian mengejar Alif ke dalam rumah, tetapi dihalangi korban hingga ditusukkan pisau dua kali ke
arah perut korban.

Sementara pada versi kedua, Hamzah menusuk korban yang terlibat cekcok dengan Anton. Sementara Alif tengah berada di
kamar mandi.

Hamzah kemudian membuang pisau itu dan diambil Anton yang kemudian diarahkan kepada suami korban, sehingga suami korban kembali ke dalam mobilnya.

“Memang dalam adegan ini ada dua versi, itu sesuai dalam BAP dan kita tetap melaksanakannya. Setelah dilaksanakan, nanti
biar jaksa penuntut umum yang menentukan versi mana yang sesungguhnya terjadi dalam pembunuhan tersebut,” kata Kapolsek.(arief)