Agam Jadi Sentra Penghasil Bawang Merah di Sumbar

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Agam Zulmarni memperlihatkan umbi bawang merah yang dipanen di Kelompok Tani Lurah Katiak, Jorong Koto Tuo, Nagari Simarasok, Baso. (lukman)
Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Agam Zulmarni memperlihatkan umbi bawang merah yang dipanen di Kelompok Tani Lurah Katiak, Jorong Koto Tuo, Nagari Simarasok, Baso. (lukman)
LUBUK BASUNG – Kabupaten Agam sangat cocok dijadikan daerah penghasil bawang merah terbesar di Sumatera Barat. Alasannya, dari hasil panen bawang merah yang sudah dicoba, produksi bawang cukup tinggi di Agam, yakni berkisar 8-12 ton/ha.
Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dipertahornak) Agam Arief Raestu didampingi Kepala Bidang Hortikultura Zulmarni, S.P menjawab pertanyaan Singgalang Rabu (5/10), tidak dikira produksi bawang yang diuji coba itu akan menghasilkan umbi setinggi itu.
Dari hasil panen bersama di di Kelompok Tani Lurah Katiak, Jorong Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso yang juga dihadiri Kepala UPT. BP4K2P, wali nagari Simarasok, penyuluh dan anggota poktan lainnya semua orang memuji.
Yang diuji itu varietas Maja Cipanas dari Tegal dan Bima Brebes, ubinan berkisar 8-12 ton. Varietas ini untuk dataran tinggi, tahun ini ditanam luas 21 ha. Selain itu juga ada di dataran rendah 9 ha yaitu di Kecamatan Tanjung Raya.
Bawang merah yang sudah panen ini untuk dijadikan bibit, dan harus dikembangkan kembali untuk dijadikan kelompok penangkar bawang merah dan dikemudian hari kembangkan kembali. (lukman)