PDAM Mati, Warga Padang Mandi Pakai Air Hujan

Kantor PDAM Padang (net)
Kantor PDAM Padang (net)

PADANG – Sebagian warga Padang mengeluhkan matinya aliran air PDAM. Sejak dua hari ini, air belum ada mengalir ke rumah warga, Senin (24/10). Akibatnya, warga menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga.

“Air mati sejak Minggu. Saya tidak bisa memasak, mandi, mencuci pakaian karena tidak ada air mengalir. Padahal saya menggunakan waktu di hari libur,” kata Nana, ibu rumah tangga yang berdomisili di Jati.

Dia mengaku, sudah dua hari tidak mandi karena air tidak mengalir. Tidak ada suplai air bersih dari PDAM. Ia akhirnya bisa mandi dengan menampung air hujan.

“Semalam hujan. Air hujan itu saya tampung utnuk mandi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan, Edi (52), warga Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, mengatakan, di kawasan ini air dari PDAM telah mati sejak kemaren, dan sampai saat ini belum juga hidup.

Direktur Teknik PDAM Kota Padang, Andri Satria, mengatakan, masyarakat diminta bersabar karena pihaknya sedang melakukan pekerjaan pelayanan perbaikan zoning atau lokalisir pengaturan di jalan Tarandam.

“Kita sedang melakukan perbaikan dengan menzoning atau lokalisir pemasangan pipa gatevalve diameter 600 milimeter untuk perbaikan perbaikan pelayanan yang selama ini permasalahan air terdapat di kawasan Purus, Ahmad Yani, Olo Ladang, Damar, dan daerah sekitar,” kata Andri Satria.

Dijelaskannya, dengan pemasangan pipa gatevalve tersebut bisa membuat pelayan PDAM kepada konsumen menjadi lebih baik dengam mengarahkan sebagian aliran air dan dapat mengalir ke kawasan tersebut. (deri)