Akhir Tragis Hidup Angeline

Penuh kejanggalan

Angeline dikabarkan hilang pada Sabtu (16/5) di depan rumahnya di Jalan Sedap Malam Denpasar sekitar pukul 15.00 WITA.

Namun penasehat hukum pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, menilai banyak kejanggalan yang meliputi sejak Angeline dilaporkan hilang hingga ditemukan tewas.

Sejak awal, aktivis anak itu bahkan menyatakan keyakinannya jika bocah tersebut hilang karena dibunuh bukan karena diculik atau menghilang karena melarikan diri.

Indikasi itu, lanjut dia, berangkat dari minimnya petunjuk dan saksi dari warga sekitar yang menandakan atau melihat bocah cantik itu diculik orang lain.

Pun jika ia melarikan diri dari rumah, ia yakin Angeline akan ditemukan oleh orang lain dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

“Kemungkinan apakah anak ini dihilangkan, atau dikubur atau dibunuh itu ada sebenarnya, dugaan ke arah sana itu ada,” ucapnya ketika menemui Kepala Polsek Denpasar Timur Komisaris Polisi I Gede Redastra pada Senin (1/6).

Dugaan Siti itupun benar adanya karena sepuluh hari kemudian polisi menemukan jasad korban dikubur di halaman belakang rumahnya. (lek)