Akhirnya Para Santri  Bisa Tidur Nyenyak

“Bisa berdiri megah asrama Darussalam Putra ini, tak terlepas dari peran Mulyadi yang ketika itu menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR dan Bupati Ali Mukhni,” kata M. Asyraful.

Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Komisi V DPR, Mulyadi tentu berperan penting menggolkan program pembangunan yang diusulkan pemerintah daerah. Apalagi salah satu mitra kerjanya, Kementerian Perumahan Rakyat (kini berubah menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), ada program pembangunan ruman susun untuk ponpes.

“Ponpes Nurul Yaqin harus dibantu. Melihat perkembangannya dan makin diminati masyarakat baik Sumbar maupun luar Sumbar, kehadiran rumah susun untuk santri, urgen. Selama ini santrinya menginap berpencar di beberapa surau masyarakat. Padahal ponpes ini sangat dikenal dan melahirkan lulusan yang handal. Bupati segera pula menyiapkan proposalnya. Alhamdulillah, dianggarkan pada APBN ,” terang Mulyadi.

Hal itu juga dibenarkan Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Januar Bakri, kehadiran asrama di Ponpes Nurul Yaqin berkat andil anggo­ta DPR asal Sumbar, Mulyadi. Sebagai wakil rakyat yang sudah diberi amanah, Mulyadi tahu betul apa yang dibutuhkan Ponpes Nurul Yaqin.

Anggota DPRD Sumbar, Nofrizon juga mengatakan hal senada. Cukup banyak anggaran pusat yang dialokasikan untuk membangun rumah susun/asrama di beberapa ponpes memperlihatkan kepedulian Mulyadi kepada daerah pemilihannya. Tak hanya beberapa asrama, infras­truktur lainnya juga mengalir cukup kencang ke Sumbar.

Tak heran ketika Mulyadi datang ke ponpes Nurul Yaqin, pertenga­han Maret 2014 bersama Bupati Ali Mukni untuk silaturahim dan sowan ke Syekh Ali Imran Hasan, pendiri Ponpes Nurul Yaqin, diberi kesempatan pula untuk melepas jemaah ziarah Nurul Yaqin ke Makam Syekh Abdur Rauf di Kuala, Aceh.

“Kami mewakili jamaah ziarah jamaah Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pakandangan mengucapkan terima kasih sekaligus menjadi kebanggaan bisa dilepas  Bapak Bupati Ali Mukhni dan Anggota DPR Mulyadi,” ungkap pimpinan Ponpes Nurul Yaqin, Idarussalam Tuanku Sutan ketika itu.

Usai silaturahim dan melepas rombongan jemaah ziarah, Mulyadi didampingi Bupati Ali Mukhni juga memantau pengerjaan pembangunan rumah susun/asrama yang lokasinya berjarak 150 meter dari ponpes.

Idarussalam mengatakan, pembangunan rusun ini sangat dibutuhkan  para santri. Sebab, asrama yang ada sekarang tidak representatif untuk menampung santriwan dan santriwati yang berjumlah 600 orang. Ponpes Nurul Yaqin setiap tahunnya menerima 200 santri se-Sumbar.

Kini, apa yang diharapkan pengelola ponpes sudah menjadi kenya­taan. Rumah susun yang dinamakan asrama Darussalam Putra itu sudah dihuni santri sejak Agustus 2014. Pengelola senang dan bahagia, santrinya apalagi. Bahagia dan semangat belajar naik. Tidur pun makin nyenyak. (pepen)