Ambun Pagi yang Memesona Official TdS

Pengunjung tengah berfoto dihiasi pesona Danau Maninjau. (defil)

KEINDAHAN alam di panorama Ambun Pagi Kabupaten Agam memang tidak bisa didustai. Setiap orang yang berkunjung ke sana pasti terpesona. Tidak banyak kata lain yang mereka ucapkan sampai di sana selain “Wow indahnyaaaa”.

Pengamatan Singgalang di lokasi, Sabtu (25/11) tepatnya lokasi finish etape 8 Tour de Singkarak, sebagian official tim balap terpesona dengan keindahan alam Ambun Pagi yang berada di ketinggian 1.293 meter dari permukaan laut itu. Objek wisata tersebut juga diramaikan penonton TdS dari berbagai daerah.

“Beautiful,” kata salah seorang Low Officer tim KFC, Linda.

Sebelum pembalap sampai finish sebagian official sudah lebih dahulu sampai di lokasi. Sambil menunggu pembalap sampai mereka menghabiskan waktu menikmati eloknya alam Maninjau tersebut.

Udaranya yang sejuk dan hembusan angin sepoi-sepoi membuat mereka betah berlama-lama di sana.

Mereka pun menjajaki seluruh fasilitas yang tersedia di panorama itu. Di lokasi yang terletak diperbukitan itu nan paling ramai dinikmati adalah tempat duduk dari bambu yang menyerupai perahu menghadap ke Danau Maninjau. Karena di ketinggian, berada di perahu seolah seperti berlayar di atas awang-awang.

Kemudian ada tempat istirahat dari bambu berukuran sekitar 4 kali 4 meter di bawah pohon lindung yang juga menghadap ke danau. Di canggah-canggah pohon tersebut bergantung payung bewarna-warni yang membuat tempat itu kelihatan cantik. Hampir semua sisi dihiasi bunga bewarna-warni yang membuat suasana romantis. Pengunjung berpasangan yang datang akan menambah kemesraan mereka setiba di sana.

Tentu tidak ketinggalan, momen berharga tersebut mereka abadikan dengan berfoto bersama, berselfie dan merekam dengan video.

Ada juga pengunjung yang memfoto bunga-bunga di panorama tersebut dengan latar kertas bertuliskan untuk orang tercinta.

“Foto ini akan saya kirim ke kontak istri saya,” ujar Angga, salah seorang pengunjung yang sudah rindu karena sudah lebih sepekan mengiringi TdS.

Dari Ambun Pagi ini pengunjung dapat melihat seluruh daerah di salingka Danau Maninjau. Dengan air Danau yang biru eksotik, dikelilingi bukit dan rumah – rumah penduduk yang terlihat kecil di kejauhan. Udara di ambun pagi ini terasa sangat sejuk bahkan dingin, jika berkunjung pada pagi hari maka akan terlihat embun berjalan di atas permukaan daerah Danau Maninjau seperti kabut tipis yang berjalan di tiup angin.

Itulah karenanya objek wisata ini dinamakan dengan Ambun Pagi, karena cuaca di sini lebih cendrung ber embun. Pemandangannya sungguh menyejukkan mata dan hati.

Jam sudah menunjukkan 13.00 WIB. Para rombongan pendamping tim
balap dari berbagai negara itu bersiap karena sekitar 30 menit lagi pebalap mereka akan sampai di finis. (defil)