Toko Taki
Menu Click to open Menus
Home » Utama » Anak Marasai Meninggal

Anak Marasai Meninggal

(14 Views) January 10, 2013 7:18 am | Published by | No comment

PADANG – Setelah menjalani perawatan yang intensif, akhirnya anak Marasai, 27 meninggal dunia, Rabu (9/1) pagi. Bayi yang diberi nama Anugrah Muhammad Djamil itu meninggal karena infeksi di paru-parunya yang kian memburuk. Kondisi tersebut membuat sang bayi tidak bisa bernafas secara stabil. Faktor lain penyebab bayi malang itu meninggal karena seluruh organ tubuhnya belum sempurna, sebab bayi lahir di usia kandungan 24 minggu.

JENAZAH BAYI MARASAI

Tim dokter yang menanggani kasus Marasai, Dovy Djanas bersama Eni Yantri menjelaskan berat badan bayi Marasai amat rendah dari bayi prematur yang pernah ditangani. Selain itu seluruh paru-paru bayi tersebut juga sudah memutih.
“Ketidakmatangan organ tubuhnya juga membuat usus bayi terganggu. Padahal kami sudah berupaya semaksimalnya menjaga kondisi bayi agar tidak terinfeksi,” terang Eni.
Disebutkannya, pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, bayi Marasai sudah menampakkan gelaja infeksi paru. Lambung dan saluran cerna ke bawah mengalami pendarahan. Ginjalnya terganggu yang mengakibatkan kencing bayi sangat sedikit dari biasanya.
Sementara bayi Marasai belum bisa dipastikan mengalami osteogenesis imperfecta (OI). Atau dikenal sebagai penyakit tulang rapuh, atau lobstein sindrom adalah gangguan tulang genetik. Untuk mengetahuinya mesti dilakukan pemeriksaan jaringan kolagen ke RSCM. Selain itu, urine sang bayi juga mesti dikirim ke Amerika dengan biaya yang cukup besar.
Dovy menjelaskan, pemulihan proses operasi caesar sudah membaik, dengan begitu rawat kebidanan Marasai sudah selesai. Meski begitu untuk tata laksana kerapuhan tulangnya kini sedang ditangani bagian ortopedi.
“Melihat kerapuhan tulang yang dialami Marasai, kami sarankan dia tidak hamil lagi. Sebab kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk hamil. Begitu pun dengan gennya. Kami sarankan kepada Marasai untuk steril dan sudah disampaikan kepadanya,” ujar Dovy.
Bayi Marasai, lahir pada Rabu (2/1) malam, dengan berat badan 750 gram dengan panjang 34 Cm. Bayi terpaksa dikeluarkan karena berpengaruh pada keselamatan jiwa ibunya. Proses kelahiran bayi melalui operasi cesar yang ditangani puluhan dokter spesialis.
Suami Marasai, Supardi, mengetahui anaknya sudah tidak bernyawa dari dokter. Beberapa hari sebelumnya, dia juga sudah punya firasat sang anak akan meninggal mengingat kondisi paru-parunya yang tidak kuat untuk bernafas. Karena itu ia mengikhlaskan kepergian anaknya tersebut.
Sementara, meninggalnya sang anak membuat Marasai shock dan histeris. Ia diberitahu sang suami Rabu siang. Itu dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan Marasai. Sejak bayinya lahir Marasai belum sempat melihat wajah sang anak.
Dikubur dan Menetap di Padang
Bayi Marasai, rencananya akan dikubur, Kamis (10/1) hari ini di TPU Tunggul Hitam Padang. Proses penguburan tersebut diserahkan Marasai bersama suaminya Supardi kepada pihak rumah sakit M. Djamil. Selain itu, Marasai bersama suaminya berencana menetap di Padang.
“Kami lebih memilih penguburan Anugrah di Padang saja, sebab rencananya kami ingin menetap di sini. Marasai tidak ingin kembali ke kampung halamannya,” kata Supardi.
Menurutnya, sang istri tidak ingin kembali ke kampung halamannya karena berbagai alasan, seperti trauma dengan masa lalu yang kelam. Sebab Marasai diperlakukan tidak baik oleh keluarganya sendiri. Kondisi inilah yang membuat Supardi, menikahi Marasai, dengan segala keterbatasan sang istri.
Alasannya, ingin membebaskan Marasai dari kesengsaraan selama puluhan tahun. Diceritakannya, selama itu Marasai tidak terurus dengan baik, makan dan minum selalu dibatasi. Meski begitu istrinya tersebut tetap tabah menjalani berbagai cobaan. Sampai akhirnya nasib mempertemukan mereka.
Meski berencana menata hidup di Padang, Supardi bersama istrinya belum tahu harus tinggal di mana. Sebab mereka tidak punya keluarga untuk menumpang. (107)

Categorised in:

No comment for Anak Marasai Meninggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>