Anggota DPRD Limpuluh Kota Jalani Pemeriksaan di RS Bhayangkara

Di RS Bhayangkara IK dirawat. (rahmat zikri)
Di RS Bhayangkara IK dirawat. (rahmat zikri)

SARILAMAK – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Senin (18/9), anggota DPRD Limapuluh Kota Tedy Sutendi diambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nya oleh penyidik Satreskrim Polres 50 Kota. Lantaran masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, pemeriksaan berlangsung di sana.

“Iya, tadi tersangka Tedy, kita ambil BAP nya didampingi pengacaranya di RS Bhayangkara, Padang. Ada beberapa penyidik ke sana,” kata Kepala Kepolisian Resor 50 Kota AKBP Haris Hadis, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Anton Luther.

Sementara Suman alias Gaek (60), orangtua Erwin Saputra, petani yang tewas dalam tragedi Pilubang Berdarah, Minggu 10 September lalu, meminta pelaku penganiayaan secara bersama-sama terhadap anaknya hingga tewas, dihukum seberat mungkin.

“Tolong pak jaksa dan hakim yang mulia, hukum berat pembunuh anak saya,” kata Suman, kepada Singgalang Minggu (17/9) di sela-sela menghadiri proses pemulihan mental bagi warga Pilubang, yang digelar oleh Polres 50 Kota dan Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan PPA.

Dengan bibir bergetar, Suman Gaek memastikan, andai hukuman untuk pelaku yang mengakibatkan anaknya tewas dan videonya sudah tersebar kemana-mana itu ringan, maka lebih baik dia yang masuk penjara.

“Nyawa anak saya, tidak bisa diganti dengan apapun. Saya bermohon kepada pak polisi, pak jaksa dan yang mulia hakim, nantinya dapat menegakan keadilan setegak-tegaknya,” jelas Suman Gaek.

Sebelumnya, Kepolisian Resor 50 Kota sudah menetapkan dua tersangka dalam peristiwa ini. Pertama Pramsito alias Pito alias Pito, kedua kakak kandung tersangka, yakni Tedy Sutendi yang merupakan oknum anggota DPRD Limapuluh Kota.

Pemeriksaan terhadap tersangka, sebelumnya batal dilakukan, berhubung pihak keluarga meminta agar menunggu pengacaranya. “Kita tunggu beberapa hari ke depan,” kata Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, beberapa hari sebelumnya.

Adapun kuasa hukum Tedy Sutendi, kata Kasatreskrim, yakni Mefrizal,SH. “Tadi, kami sudah chek ke dokter, kalau tersangka, kondisinya mulai membaik,” tutur Kasatreskrim Anton Luther.

Banyak pihak berharap, kasus ini diusut hingga ke akar-akarnya. Apalagi, sebelumnya Tedy Sutendi mengaku kepada wartawan, jika dia menduga, luka-luka yang dialaminya, merupakan dugaan upaya pembunuhan berencana.

Tragedi Pilubang, bermula dari sengkarut tanah ulayat yang saling klaim antar kedua belah pihak. Malang, keduanya diduga tidak memiliki bukti kuat atas kepemilikan lahan. Mediasi yang dilakukan Pemkab dan Caat hampir 10-an kali, buntu terus. Sementara, gugatan ke pengadilan belum pernah dilakukan. (bayu)