Antisipasi Teroris, Terapkan Lagi Wajib Lapor 1×24 Jam

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Terkait dengan baru-baru ini ditangkapnya terduga teroris di Payakumbuh, Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Aristo Munandar mengatakan keberadaan kelompok teroris bisa melemahkan bangsa dan bertentangan dengan pancasila. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus berperan serta mencegah berkembangnya kelompok teror di ranah Minang.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan deteksi dini atas kehadiran kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan teror tersebut. Deteksi dini ini bisa dilakukan oleh semua pihak, mulai dari aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri.

“Salah satu yang bisa dilakukan misalnya setiap RT atau RW secara tegas menerapkan aturan tamu harus lapor 1×24 jam saat berkunjung atau masuk ke suatu daerah,” ujar Aristo. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika diketahui ada aktivitas yang mencurigakan di lingkungan tersebut bisa langsung melaporkan pada pihak yang berwajib.

“Kita semua harus terlibat untuk menjaga keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat. Jangan hanya mengandalkan pemerintah atau apara saja. Bagaimana pun jumlah aparat dan pemerintah itu terbatas,” ujarnya.

Namun Aristo juga mengingatkan aparat yang berwenang untuk selalu menggencarkan sosialisasi tentang mewaspadai adanya gerakan terorisme di daerah. Salah satunya bisa dalam bentuk memberitahukan pada masyarakat untuk ikut mengawasi setiap orang tak dikenal yang keluar masuk ke daerah mereka seperti yang dikatakan tadi. Kemudian sosialiasi aparat kepolisian bisa juga dilakukan dengan cara menginformasikan siapa-siapa saja yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan aparat kepolisian. Informasi tentang DPO ini penting juga untuk diketahui masyarakat, karena DPO rentan terlibat dalam kelompok atau jaringan yang meresahkan.

Tak hanya itu, aparat juga diminta untuk lebih mempertajam kinerja. Dengan demikian kekacauan-kekacauan yang mungkin akan terjadi bisa diantisipasi. Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar yang berasal dari Dapil Payakumbuh- Kabupaten 50 Kota, Erman Mawardi mengaku terkejut dengan adanya terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kota Galamai itu. (titi)