Arcandra: Dibutuhkan Skill untuk Capai Ketahanan Energi

JAKARTA – Dalam Nawa Cita yang diusung Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, ingin sekali dicapai suatu kedaulatan energi. Untuk mencapainya, Arcandra Tahar mengatakan strategi yang dibutuhkan oleh pemerintah adalah kompetensi individual.

Menurutnya, jika akan menjalankan strategi ini maka harus dibaur dengan teknologi dan proses bisnis tadi. Dalam memenuhi kompetensi individu, dibutuhkan beberapa hal, pertama, ilmu atau pengetahuan.

“Semua orang dapat itu, apalagi sekarang sudah dengan adanya Google. Itu lautan ilmu kita bisa baca,” ucapnya dalam diskusi publik Projo Membangun Kedaulatan Energi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (8/9)

Kedua, kemampuan atau skill. Satu hal ini hanya mampu terasah jika individu tersebut melakukannya dan rajin mengasahnya. “Contoh, saya tahu persis bagian-bagian sepeda. Tapi kalau tidak punya skill pasti jatuh. Dia harus latihan untuk mendapatkan skill,” tuturnya. Ketiga, dalam meningkatkan kompetensi individu diperlukan pengalaman. Seiring berjalannya pengalaman, maka kompetensi seorang individu otomatis akan terus meningkat.

“Ini juga enggak bisa dibeli. Bisa bersepeda, tapi baru setahun belajar sepeda, sudah disuruh Tour de France? Saya yakin pasti kalah. Kenapa? Experience. Ini artinya experience,” tuturnya.

Untuk itu, dalam melakukan negosiasi kontrak bisnis apapun, pemerintah harus mewakili tiga komponen di atas. Jika tidak, maka tidak akan mampu memiliki daya saing di masa seterusnya.

“Saya butuhkan di negara ini petarung-petarung Tour de France, yang bukan hanya bisa main sepeda. Tapi pada akhirnya waktu nego ada yang berkata ‘Sir, I need to know cost structure’. Itu adalah one to one business deal,” pungkasnya. (aci)

agregasi okezone1