Arkeolog Temukan Fosil Tiranosaurus yang Masih Utuh, Ini Bentuknya!

 

(Foto: Mark Johnston/NHMU)
(Foto: Mark Johnston/NHMU)

UTAH – Ahli paleontologi telah menemukan kerangka lengkap dari salah satu Tiranosaurus yang paling ganas berkeliaran di barat Amerika Utara jutaan tahun yang lalu. Kerangka berusia 76 juta tahun dan diterbangkan ke Museum Sejarah Alam Utah dengan helikopter pada hari Minggu, di mana akan ditemukan, disiapkan, dan dipelajari.

Dilansir dari Dailymail, diperkirakan dinosaurus berusia 12-15 tahun saat meninggal dan kemungkinan dikubur di saluran sungai atau saat banjir. Para ahli menduga jasad tersebut mewakili salah satu individu dari spesies Teratophoneus curriei, yang hidup pada periode Late Cretaceous 66-90 juta tahun lalu.

Diperkirakan menjadi individu sub-dewasa, yang membentang sepanjang 17-20 kaki, meski dengan kepala yang relatif pendek. “Kami ingin melihat lebih dekat fosil ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang anatomi Tiranosaurus, biologi, dan evolusi,” ungkap Dr Randall Irmis, kurator paleontologi di Museum dan profesor di Departemen Geologi dan Geofisika di Universitas Utah

Dengan setidaknya 75 persen tulangnya diawetkan, ini adalah kerangka Tiranosaurus terlengkap yang pernah ditemukan di AS barat daya. Kerangka tersebut pertama kali ditemukan pada Juli 2015 di Formasi Kaiparowits, bagian dari wilayah dataran tinggi pusat dari Museum Land Management-Grand Escapes Escalante National Monument (GSENM).

Karena kerangka tersebut ditemukan dalam keadaan yang utuh, para ahli menduga dinosaurus tersebut mati di saluran sungai akibat banjir. “Monumen ini adalah campuran topografi yang kompleks, yaitu dari padang pasir yang tinggi sampai ke tanah tandus – dan sebagian besar luas permukaan terkena batu, membuatnya menjadi dasar yang kaya untuk penemuan baru,” ungkap ahli transgenik GSENM, Dr. Alan Titus, yang menemukan fosil tersebut.

Titus menambahkan, tim arkeolog tidak hanya menemukan dinosaurus saja, tetapi juga buaya, kura-kura, mamalia, amfibi, ikan, invertebrata, dan fosil tumbuhan. Semua temuan tersebut merupakan ekosistem yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain.

Sampai saat ini, masih banyak misteri tentang dinosaurus tersebut di AS bagian selatan. Namun, kerangka yang baru ditemukan ini dapat membantu memperbaiki pemahaman tentang sejarah mereka.

Para peneliti menjelaskan, mengumpulkan fosil di lokasi adalah tugas yang sulit. “Banyak daerah yang sangat terpencil sehingga seringkali kita perlu persediaan turun dan awak kapal masuk,” tambah Irmis. (aci)

agregasi okezone1