Asosiasi Pedagang Ancam Gembok Minang Mart

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi. (*)

PADANG – Para asosiasi pedagang Sumbar mengatakan mereka akan demo beramai-ramai dan menggembok paksa jika Minang Mart jadi dibuka. Hal itu mereka tegaskan saat untuk kedua kalinya datang ke DPRD Sumbar, Kamis (17/11). Sebelumnya, mereka juga telah datang pada Senin lalu (14/11) dengan maksud yang sama yakni menolak keberadaan Minang Mart.

Rencananya Minang Mart akan mulai dibuka (launching) hari ini, Jumat (18/11). Ada tiga toko untuk Kota Padang, yakni di Ujung Gurun, Sawahan dan Padang Baru.

“Jika Minang Mart masih jadi dibuka (launching) kami akan demo beramai-ramai. Akan kami gembok paksa,” ujar Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI) Sumbar, Muhammad Yani.

Selain IKAPI, ada beberapa asosiasi/perkumpulan lain yang juga ikut datang ke DPRD Sumbar. Total ada sekitar 30 orang yang datang dan merupakan perwakilan. Diantaranya asosiasi pengusaha retail Indonesia, Asosasi Pedagang Kelontong, Jaringan Saudagar Muhammadyah dan beberapa asosiasi/perkumpulan lainnya.

Tiap asosiasi/perkumpulan menyampaikan hal yang sama. Mereka menolak keberadaan Minang Mart karena dianggap telah melenceng dari janji awal Gubernur. Mereka mengatakan dulu mereka pernah mengadakan pertemuan dengan Gubernur terkait rencana pendirian Minang Mart. Saat itu Gubernur berjanji akan pengelolaan Minang Mart adalah untuk memberdayakan unit usaha kecil menengah (UMKM) atau para pedagang kecil. Gubernur juga berjanji tak akan mengajak pihak swasta. Rencananya pula akan diberdayakan tiga BUMD Sumbar dalam pengelolaan yakni Bank Nagari, Jamkrida dan Grafika.

“Namun ternyata Gubernur tak amanah, kami kecewa. Janji itu tak ditepati,” ujar Ketua Jaringan Saudagar Muhammadyah (JSM), Suryani.

Gubernur, kata mereka malah mengajak pihak swasta bernama PT. Retail Minang Modern(RMM). Menurut mereka, PT. RMM ini menjadi perpanjangan tangan para pengusaha bermodal besar asal jawa. Alhasil janji gubernur untuk memberdayakan pengusaha kecil dan umkm tak terlaksana. (titi)