Awas, Darah Tinggi tak Selalu Ditandai Sakit Kepala

 

KETIKA sakit kepala dirasakan, mereka yang memiliki riwayat darah tinggi mungkin menganggap itu sebagai gejala tekanan darah tinggi mereka kambuh. Namun nyatanya, anggapan itu sering kali hanya mitos. Faktanya, hipertensi sering kali tidak bergejala dan hanya diketahui dari pemeriksaan tekanan darah.

Tekanan darah yang konsisten berada di atas 140/90 mm Hg adalah indikasi seseorang mengalami tekanan darah. Selain faktor diet dan gaya hidup, penuaan juga menjadi faktor seseorang bisa alami kondisi yang disebut hipertensi ini. Lalu apa fakta dari mitos yang banyak dipercayai tentang hipertensi? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Timesofindia, Jumat (9/9).

Wanita lebih berisiko

Ada yang mengatakan, wanita lebih mudah dan lebih banyak alami tekanan darah tinggi. Faktanya, baik pria maupun wanita berisiko tekanan darah tinggi.

Ditandai dengan sakit kepala

Ada yang menganggap bahwa hipertensi akan memicu gejala sakit kepala. Faktanya, hipertensi adalah slient killer yang kerap tidak bergejala. Seseorang dapat divonis hipertensi dengan satu kali pemeriksaan Ketika Anda memeriksakan tekanan darah dan menemukan bahwa tekanan darah Anda tinggi, Anda tidak bisa disebut mengidap hipertensi. Untuk sampai ke kesimpulan itu Anda harus melakukan pemeriksaan tekanan darah berulang atau persisten.

Kurangi garam dapur saja cukup

Diet tinggi garam adalah salah satu faktor yang memicu hipertensi. Tetapi garam (sodium atau natrium) tidak hanya dari garam dapur yang biasa ditambahkan saat memasak. Garam tambahan juga banyak ditemukan pada makanan kemasan, makanan cepat saji, yang jumlahnya dapat diketahui dengan membaca label kandungan makanan.

Hipertensi dapat diobati

Faktanya, kebanyakan kondisi hipertensi tidak dapat diobati. Obat-obatan hipertensi hanya bekerja untuk mengontrol tekanan darah tinggi, tapi tidak dapat mengobati. Itulah mengapa hipertensi disebut sebagai penyakit seumur hidup. (lek)

agregasi okezone1