Banjir di Pesisir Selatan, Ribuan Jiwa Terisolasi di

Sejumlah korban banjir dievakuasi. (marlison)
Sejumlah korban banjir dievakuasi. (marlison)

PAINAN – Ribuan jiwa di empat nagari yakni IV Koto Mudiek, Taratak Tampatiah, Sungai Nyalo dan Tuik, Kecamatan Batang Kapas, Pessel, terisolasi akibat banjir yang terjadi sejak, Jumat (6/1) pagi.

Perahu karet bersama petugas dari BPBD dan Polres setempat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Meski tidak ada korban jiwa, namun banjir kali merupakan banjir terbesar sejak 6 tahun terakhir. Data yang dihimpun kemarin, lebih kurang 800 unit rumah terendam dan 1.500 KK terkena dampak banjir.

Bupati Pessel, Hendrajoni yang turun ke lokasi banjir menginstruksikan dinas terkait mendirikan dapur umum dan tenda-tenda pengungsian serta posko kesehatan.

Selain itu, mengimbau warga agar mau dievakuasi bila kondisi tidak memungkinkan. Sementara perahu karet dan petugas telah disiagakan untuk melakukan evakuasi.

Bantuan berupa beras, mie instan dan air mineral juga mulai didistribusikan kepada warga korban banjir. Hendrajoni berharap bantaun itu sampai ke tangan korban. Sebab, mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan, ucapnya.

“Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga beberapa sungai meluap dan merendam pemukiman, jalan persawahan. Akan tetapi yang terparah adalah Kecamatan Batang Kapas,” sebutnya. (son)