Banjir Landa Tujuh Kabupaen/Kota di Sumbar

Petugas mengevakuasi warga saat banjir di Selayo. (waitlem)
Petugas mengevakuasi warga saat banjir di Selayo. (waitlem)

PADANG – Ribuan warga terdampak bencana banjir dan longsor hingga Rabu, (4/1) malam. Banjir dan longsor melanda 7 kabupaten/kota, bahkan, di Solok ratusan Kepala Keluarga (KK) terpaksa dievakuasi.

“Secara umum ada 7 daerah yang dilanda banjir dan longsor. Di Kota Solok, sebanyak 400 KK pada 4 kelurahan terandam banjir dengan ketinggian banjir sekitar 75 cm, di Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung sekitar 80 persen pemukinan masyarakat terendam, 904 KK terdampak banjir,” sebut Kalaksa BPBD Sumbar Nasridal Patria didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, R Pagar Negara, Kamis (5/1).

Selain di di Solok, banjir juga merendam 4 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Yakninya kecamatan Batang Kapas, IV Jurai, Bayang dan Tarusan. Begitu juga di Solok Selatan, Nagari Sungai Pagu dan Batang Suliti terendam banjir.

Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, juga diperoleh laporan adanya banjir yang terjadi di kecamatan Siberut Utara. BPBD setempat sedang melakukan pendataan berapa banyak masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Kemudian, di Pasaman, tepatnya jalan Agam-Pasaman, yakninya jalan lintas yang berada di Nagari Nan Tujuh terjadi longsor. Akibatnya akses jalan terputus. Longsor juga terjadi di Nagari Malalak Timur Kabupaten Agam, Nagari Panta Matur, Nagari Landia dan Nagari Nan 7 juga terjadi pohon tumbang.

” Diantara 7 kabupaten/kota itu, Kota Solok dan Kabupaten Solok menjadi daerah yang terparah terdampak banjir dan longsor,”ungkapnya.
Hingga kemarin, belum ada laporan adanya korban jiwa. Hanya saja, ratusan kepala keluarga di Solok ini terdampak banjir, sehingga terpaksa diungsikan ke tempat yang aman.

Hingga Kamis (5/1) siang, informasi dihimpun petugas BPBD Sumbar, banjir telah surut. Melihat intensitas hujan yang masih tinggi, maka banjir genangan masih berkemungkinan melanda sejulah wilayah di Sumbar.

“Untuk itu, kami menghimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang ada di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaannya, apalagi ketika hujan mulai melanda,” jelasnya. (yose)