Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Utama » Bank Sampah Analis Didirikan

Bank Sampah Analis Didirikan

(105 Views) February 22, 2013 7:18 am | Published by | No comment

PADANG — Masalah sampah di Padang kian mengkhawatirkan. Setiap hari produksi sampah mulai sulit ditampung di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga 250 ton sampah tersebar di lingkungan masyarakat.

BANK SAMPAH

Mengatasi persoalan tersebut, Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) Padang yang peduli terhadap lingkungan mendirikan Bank Sampah Analis. Kamis (21/2) launcingnya digelar di sekolah kejuruan yang bermarkas di Jalan Alai, Pauh V.
Peluncuran Bank Sampah Analis SMK SMAK tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Peduli Sampah Nasional. Dilakukan Kepala Bapedalda Padang, diwakili Kabid Pengembangan Komunikasi dan Kelembagaan Lingkungan, Titin Masfetrin, disaksikan Kepala SMK SMAK Padang, Sih Parmawati, Sekcam Pauh, Lurah dan para majelis guru serta siswa-siswi SMAKPA.
Kepala SMK/SMAK, Sih Parmawati kepada Singgalang mengatakan sampah organik diolah siswa menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk. Selain organik ada juga sampah anorganik, sehingga menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sampah organik yang diolah jadi pupuk ini terdiri dari daun-daunan atau kulit buah-buahan. Selain itu bisa juga dari tahi binatang ternak yang diolah oleh siswa-siswi SMAK Padang. Untuk pemasaran nantinya bisa bekerja sama dengan petani atau KUD serta instansi lainnya.
“Ini menjadi nilai tambah dan bisa mengubah ekonomi masyarakat, “ujar Sih Parmawati.
Sementara sampah anorganik jumlahnya sangat banyak, seperti plastik dan kaleng-kalengan dan setiap masyarakat pasti memilikinya. Sebagai solusinya, SMK SMAK mendirikan Bank Sampah Analis, yang nantinya bisa menampungnya, terutama di lingkungan sekolah.
Dengan adanya Bank Sampah Analis ini, Sih mengajak dan mengharapkan pada siswa tidak hanya hidup bersih dan sehat tapi juga menerapkan jiwa wirausaha kepada masing-masing siswa.
Diminta juga dukungan guru dan wali kelas untuk bisa membimbing siswanya.
Pendirian bank sampah tidak terlepas dari kesadaran siswa dalam pengelolaan lingkungan yang baik. Meskipun begitu jika ada siswa yang melakukan kesalahan atau membuang sampah disembarang tempat akan diberikan sanksi, ujar Sih yang pernah bertugas di SMTI Pontianak itu.
Untuk sistem bank sampah ini hampir sama dengan bank tempat menyimpan uang. Perbedaannya hanya pada penyimpanan dan pencairan uangnya saja. Sampah-sampah yang disetorkan pada Bank Sampah nantinya akan dipilah sesuai jenisnya dan ditimbang baru kemudian ditentukan harganya.
Peresmian Bank Sampah Analis SMK SMAKPA ini ditandai dengan penguntingan pita oleh Kabid Pengembangan Komunikasi dan Kelembagaan Lingkungan, Titin Masfetrin, didampingi Sih Parwawati, KTU Sri Mulyati, Sekcam Pauh serta para Wakasek, guru dan karyawan SMAKPA.
Dengan diresmikan bank sampah, diharapkan tercipta sekolah yang bersih, sehat dan nyaman merupakan faktor utama mendorong kemajuan dalam bidang akademik.
Titin Masfetrin pada Singgalang menyebutkan sekitar 50 persen sampah atau 250 ton tidak terkelola dan tersebar di lingkungan masyarakat.
“Penyebabnya kurangnya tenaga dan armada yang dimiliki Pemko Padang untuk mengangkut sampah pada TPA. Saat ini armada yang dimiliki baru 16 unit, sementara yang dibutuhkan sebanyak 67 armada,” ujar Titin. (101)

Categorised in:

No comment for Bank Sampah Analis Didirikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>