Bersama Masyarakat, TMMD Bangun Jembatan

Satgas TMMD dan Warga setempat beserta Dandim 0311 Pessel, Letkol Inf Setiya Asmara, SIP tengah membangun jembatan di tengah hutan di desa Ampalu, Kenagarian Gantiang Mudiak Aia Selatan. (niko)
Satgas TMMD dan Warga setempat beserta Dandim 0311 Pessel, Letkol Inf Setiya Asmara, SIP tengah membangun jembatan di tengah hutan di desa Ampalu, Kenagarian Gantiang Mudiak Aia Selatan. (niko)

 

PAINAN –Dengan kekompakan yang erat, memadukan tenaga kuat, Satgas TMMD 97 yang bertugas di Kecamatan Batang Kapas membangun jembatan penghubung di Desa Ampalu, Kenagarian Gantiang Mudiak Aia Selatan, Kecamatan Sutera.

Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Inf Setiya Asmara bersama warga dan Satgas TMMD yang ikut melaksanakan pengerjaan jembatan bersipacu mempercepat pembangunan supaya segera tuntas.

Dikatakan, dengan adanya bangunan jembatan tersebut tentu masyarakat bisa melewati dan menikmati hasil karya Satgas TMMD yang akan menjadi kenangan bagi warga pada suatu saat.

Jembatan tersebut dibangun sebagai penghubung sebuah sungai di Ampalu yang sehari hari diseberangi masyarakat pergi ke kebun mereka.

Sebelumya, jJika hujan dan air sungai meluap, warga terpaksa mengurungkan niat untuk pergi ke kebun mereka.

Kini jembatan itu dibangun. Ungkapan Syukur mengalir dari semua masyarakat. Betapa tidak, usaha mereka berkebun gambir akan lebih bagus jika tak ada lagi yang perlu mereka khawatirkan. Karena jembatan ini bakal mempermudah aktivitas petani gambir dalam melaksanakan rutinitas pekerjaannya sehari hari.

“Alhamdulilah, meski sifatnya sementara, jembatan ini akan bermanfaat sekali bagi kami,” kata Saridul (38) salah seorang petani gambir di sana.

Jembatan ini dibangun memang dalam area hutan. Namun itu tidak menyurutkan semangat TMMD untuk membangun fasilitas bagi masyarakat banyak. Karena keluar masuk hutan bukanlah hal asing lagi bagi prajurit TMMD berbadan tegap itu.

Para petani itu berharap, semoga dengan dibangunnya jembatan ini, dapat pula menjembatani rezeki mereka dalam bertani gambir.yang biasanya dihalangi oleh meluapnya air sungai. Sekarang mereka merasa lebih bersemangat untuk pergi ke kebun. Karena akses telah ada dan itu membuat mereka lega.(niko)