Bersama Wujudkan Padang Pariaman Baru

Anggota DPD RI Leonardy Harmaini. (*)

PARIK MALINTANG – Adanya silang pendapat seputar hari ulang tahun Padang Pariaman, menurut Leonardy Harmainy sebaiknya ditangguhkan dulu. Semua pihak hendaknya menahan diri agar tidak menimbulkan perdebatan tajam yang mengarah pada rusaknya persatuan.

Leonardy paham bagaimana tipikal orang Piaman jika ada suatu persoalan. Untuk itu, biarkan pemerintah daerah menyelesaikannya sebaik-baiknya.

“Kita harus apresiasi upaya Pemkab Padang Pariaman untuk menetapkan hari ulang tahun daerah ini pada 11 Januari. Berkat upaya mereka, Padang Pariaman bisa merayakan ulang tahun perdananya. Tampak betapa gembiranya warga mengantarkan dulang untuk makan bajamba. Selamat merayakan ulang tahun ke-185 masyarakat Padang Pa riaman,” ujar anggota DPD RI Leonardy Harmainy usai mengikuti rapat  paripurna istimewa DPRD Padang Pariaman, Kamis (11/1).

Leonardy menegaskan pemerintah telah berupaya mencari tahu, kapan Padang Pariaman ini diakui menjadi suatu pemerintahan. Sudah ada pula pembahasan akademiknya dan kajian historisnya. Dibahas tim dan diseminarkan.

“Kita terima itu dengan lapang dada. Jika ingin data yang lebih kuat, mungkin ada baiknya dilakukan kajian hingga ke Belanda dimana lembaran sejarah negara kita ada di sana,” tegasnya.

Lagipula kata Leonardy, Bupati Ali Mukhni telah menjawabnya secara lugas di rapat paripurna istimewa DPRD Padang Pariaman.

“Semoga ini menjawab tanda tanya di tengah masyarakat. Ulang tahun didasarkan Belanda membentuk afdeeling Pariaman 11 Januari 1833  Ada tindakan yang lebih baik lagi, mari satukan langkah untuk membentuk Padang Pariaman yang lebih maju, kuat, tangguh dan mandiri. Piaman baru,” urainya.

Leonardy menyebutkan segenap orang Piaman harus mau berbuat bagi kampung halamannya. Leonardy mengapresiasi kinerja Bupati Ali Mukhni dalam mengupayakan pengembangan daerah dengan sejumlah terobosan. Upayanya bisa mendatangkan solusi bagi keterbatasan anggaran.

Kini di Tiram ada Balai Diklat Pelayaran yang bakal ditingkatkan jadi Politeknik Pelayaran. Proyek ini pembebasan tanahnya didanai dengan APBD provinsi sementara pembangunannya dianggarkan di APBN.

Lalu ada proyek asrama haji, main stadion, normalisasi sungai, ruas tol pertama yang dibangun di Sumbar. Bahkan Tarok City digadang-gadang jadi pusat pendidikan dan  pertumbuhan ekonomi daerah itu. (zul)

 

Loading...
BAGIKAN