BI Ingatkan Perekonomian Global pada 2017 Diprediksi Bakal Berat

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperingatkan pemerintah untuk mencari solusi menjaga kestabilan perekonomian di 2017. Pasalnya, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di 2017 tidak bisa diandalkan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung menuturkan, BI melihat kondisi di 2017 masih cukup berat. Seperti China di mana pemerintahnya sudah mengeluarkan stimulus luar biasa, investasi meningkat dalam beberapa bulan, tapi private invesment-nya mengalami penurunan.

Kondisi global tahun depan juga terjadi revisi pertumbuhan ekonomi. Lembaga keuangan dunia merevisi proyeksi dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen. “Jadi mungkin kita tidak bisa berharap lagi dari sisi globalnya sehingga tetap bagaimana kita menjaga iklim yang baik di sisi stabilitas makro ini supaya memberikan iklim yang baik,” ujarnya di IDB International Conferece, JCC, Jumat (9/9)

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan empat langkah mengupayakan hadirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan sumber pertumbuhan ekonomi baru ini maka stabilitas perekonomian nasional akan terjaga meskipun kondisi perekonomian dunia belum membaik.

“Pertama hilirisasi terhadap Sumber Daya Alam (SDA). Kedua, mengembangkan maritim, agribisnis dan pariwisata. Ketiga, diupayakan tentu iklim investasi di daerah dan, keempat, diupayakan membangun infrastruktur, apakah itu jalan tol, pelabuhan, bandara, bahkan tol laut,” tandasnya.(aci)

agregasi okezone1