BI: Kurs Rupiah yang Terus Menguat Bukan Hal Baik

Bank Indonesia (net)
Bank Indonesia (net)

JAKARTA – Euforia tax amnesty sempat membuat nilai tukar Rupiah meningkat tajam. Terlebih saat banyak pengusaha kelas kakap menyatakan diri mengikuti program tax amnesty alias pengampunan pajak.

Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara menegaskan, penguatan nilai tukar Rupiah yang terjadi terus menerus bukan sesuatu yang baik bagi Indonesia. Dia meminta masyarakat memahami bahwa penguatan nilai tukar Rupiah yang terlampau tajam beresiko terhadap neraca ekspor impor.

“Saya rasa masyarakat harus paham kurs yang terus menguat bukan sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang baik. Saya ulang, kurs yang terus menerus menguat bukan sesuatu yang baik,” tegas Mirza di Gedung BI, Kamis (6/10)

Dia menjelaskan, ekspor impor barang dan jasa Indonesia masih mengalami defisit. Berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina yang neraca ekspor impor barang jasa sudah surplus.

Bila nilai tukar Rupiah terus menerus menguat, berpotensi meningkatkan impor barang dan jasa Indonesia. Mirza menuturkan, nilai tukar Rupiah harus menggambarkan fundamental ekonomi.

“Kalau kursnya terlalu kuat yang trjadi adalah orang impor karena kursnya kuat, kemudian orang bukan produksi malah impor, impor malah membuat defisit semakin lebar,” jelas dia.

Padahal, suatu negara yang masih memiliki defisit harus bisa mengendalikan impor dan meningkatkan ekspornya. Untuk itu, nilai tukar Rupiah harus bisa menjadi alat mengontrol ekspor impor suatu negara.

“Negara yang ekspor impor jasa masih defisit justru harus berusaha meningkatkan ekspornya dan berusaha mengendalikan impornya jadi kurs itu adalah salah satu tools instrumen yang bisa dipakai untuk mengendalikan defisit tidak terlalu besar,” tukas dia.

Seperti diketahui, pergerakan Rupiah terus menguat. Berikut pergerakan pada minggu ini menurut kurs tengah Bank Indonesia. 3 Oktober 2016: Rp12.998 per USD 4 Oktober 2016: Rp13.010 per USD 5 Oktober 2016: Rp12.995 per USD 6 Oktober 2016: Rp12.992 per USD.(aci)

agregasi okezone1