Biar Ruangan Rumah Tambah Segar, Tanam Tanaman Anti Polusi

Ilustrasi (Foto: Nifymag)
Ilustrasi (Foto: Nifymag)

MANUSIA Menghabiskan kira-kira 90% waktu dalam hidupnya di dalam ruangan. Padahal, penelitian membuktikan bahwa kualitas udara di dalam tuangan lebih buruk dibandingkan luar ruang. Salah satu sumber utamanya adalah kurangnya oksigen.

Nah, untuk itu, perlu adanya tindakan serius sebagai upaya untuk menambah oksigen dalam ruangan. Sebab, tidak bisa dipungkiri, dengan adanya oksigen berkualitas baik, maka itu juga akan menentukan kualitas hidup seseorang. Mendapatkan oksigen saja rasanya kurang baik jika oksigen yang ada jauh dari kata sehat dan bersih.

Jika bicara keterikatan antara oksigen dan kesehatan tubuh manusia, dijelaskan Richard A Henderson dari Associate Clinical Professor of Community Health at Wright State University School of Medicine in Dayton, Ohio, USA, terletak pada penyakit yang bakal timbul dari oksigen kotor atau kurangnya jumlah oksigen. Salah satu penyakit yang bisa terjadi adalah anoxia.

Berdasar data, berikut beberapa point mengenai penyakit tersebut:

1. 18% adalah kisaran zona aman oksigen di udara. Zona ini juga dianggap sebagai kadar minimal yang menentukan produktivitas karyawan di lingkungan kerjanya.

2. 12-16% dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan meningkat dan timbul gejala pusing-pusing.

3. 9-14% dapat menyebabkan kemampuan dalam mengambil keputusan semakin berkurang, mual, serta meningkatkan suhu badan.

4. 0-10% mengakibatkan seseorang berhalusinasi dan hilang kesadaran atau pingsan. Nah, dengan begitu, sangat perlu diperhatikan masalah ketersediaan oksigen dalam ruangan. Apalagi bagi mereka yang menghabiskan waktu setiap harinya di dalam ruangan, kesehatan pun bisa terancam jika ternyata lingkungan ruangan kerjanya tidak bersih.

Sementara itu, untuk mengentas masalah ini, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menanam tanaman anti-polusi.

Dilansir dari Our House Plants, tanaman yang dianjurkan adalah tanaman hias tropis atau subtropis, yang mana jenis tanaman ini menerima cahaya yang disaring melalui cabang dari pohon yang lebih tinggi. Dengan kondisi demikian, memungkinkan tanaman itu berfotosintesis lebih efisien di bawah kondisi cahaya yang relatif rendah, sehingga dapat memproses gas secara efisien. Efektivitas tanaman ini meningkat jika daun-daun yang lebih rendah, yang menutupi tanah dipindahkan.

Menurut Dr Bill Wolverton, peneliti senior dari NASA’s John C. Stennis Space Center, Bay St Louis, Missisipi, tanaman memiliki kemampuan dasar untuk menyerap karbondioksida dari udara selagi melepaskan oksigen sebagai bagian dari proses fotosintesis.

Dr Bill juga menjelaskan, tanaman hijau yang menerima cahaya matahari berfotosintesis menyerap karbondioksida dari udara tercemar dan menebarkan oksigen murni. Kemudian, mikroorganisme yang hidup dalam tanah menggunakan toksin yang diangkat ke udara sebagai sumber makanan. Akar tanaman menyerap sisa produksi mikroorganisme tersebut, lalu kembali membersihkan udara di rumah Anda. (aci)

agregasi okezone1