BMKG Deteksi Lima Titik Panas di Sumbar

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, mendeteksi lima titik panas (hotspot) di Sumbar, berdasarkan pantauan dari Sensor Modis atau Satelit Terra Aqua. Sementara Satelit pendeteksi panas bumi NOAA mendeteksi sebanyak 42 titik panas (hotspot) sejak Januari 2017.

“Berdasarkan pencitraan satelit Aqua, titik panas masih tersebar pada dua daerah di Sumbar diantaranya, Dharmasraya empat titik dengan tingkat kepercayaan 50 hingga 76 persen,” kata Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping Padangpariaman, Budi Samiadji kemarin.

Selanjutnya satu titik panas lainnya terpantau di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota satu titik dengan tingkat kepercayaan 53 persen.

Dilain pihak Kepala Bidang (Kabid) Pengamanan dan Perlidungan Hutan, Faridil Afrasi menyebutkan berdasarkan pencitraan satelit NOAA tersebut, diketahui hingga saat ini terpantau 42 titik panas yang terdapat di tiga daerah.

“42 titik panas yang terpantau ini terhitung dari bulan Januari sampai Oktober 2017 yang tersebar di Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman Barat,” katanya.

Dikatakannya, satelit pendeteksi panas bumi, NOAA, memiliki sifat menangkap panas pada permukaan bumi, sehingga meski bukan disebabkan oleh kebakaran hutan tetap terpantau. (yose)