Bongkar Praktik Joki di SBMPTN, Dosen Akan Diberi Reward

 

Peserta ujian SBMPTN.(yuni)
Peserta ujian SBMPTN.(yuni)

BANDA ACEH – Bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi impian sebagian orang. Tak heran, kerap terjadi kecurangan dalam gelaran seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Salah satunya melalui praktik jasa joki.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menegaskan masalah perjokian harus segera diatasi.

“Setiap tahun walaupun (jumlahnya) kecil masalah perjokian harus kita atasi dan selesaikan,” ujar Nasir di Hotel Hermes, Banda Aceh, baru-baru ini. Tahun lalu, sambung Nasir, praktik perjokian terjadi di Solo dan Makassar. Menurutnya, sebaik apa pun sistem yang digunakan, bila moralitas buruk maka perjokian akan tetap ada di setiap gelaran SBMPTN.

“Mereka pakai handphone, akhirnya handphone dilarang masuk ke dalam (ruang tes), kadang-kadang ada yang pakai jam tangan bisa telepon. Sudah canggih teknologinya,” tuturnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Majelis Forum Rektor yang juga Rektor IPB, Prof Dr Herry Suhardiyanto menegaskan, pelaku joki di SBMPTN harus ditangkap. Herry mengatakan, pihaknya akan mengonsolidasikan perjokian dengan jajaran panitia dengan melakukan prosedur operasional secara baku dan disiplin. Dengan begitu, celah untuk melakukan perjokian bisa diminimalisasi.

“Harus ditangkap kalau ada yang mencurigakan,” katanya. Rektor Universitas Hasanudin Makassar, Prof Dr Dwiya menambahkan, untuk mencegah terjadinya perjokian maka panitia harus meneliti secara ketat sistem pendaftaran melalui database. Dia juga tak segan-segan untuk menindak pelaku perjokian. Bahkan para dosen yang mengawas akan diberi penghargaan bila berhasil membongkar perjokian.

“Selama ini kan ada yang menutupi kalau di tempatnya ada perjokian. Kalau kami ada reward bagi yang membongkar,” katanya. (ira)

agregasi okezone1