BPPOM Buka Kembali Segel Ribuan Karung Gula di Payakumbuh, Ini Alasannya

Petugas menbuka kembali segel terhadap gula pasir (jeffrey ricardo magno)
Petugas menbuka kembali segel terhadap gula pasir (jeffrey ricardo magno)

PAYAKUMBUH – Pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang membuka kembali segel yang sempat dipasang terhadap 1.200 karung gula pasir tanpa izin edar pada sejumlah distributor di Kota Payakumbuh.

Segel itu dibuka Rabu (31/5), setelah tumpukan karung gula yang diduga tidak memiliki izin edar itu, dianggap tidak lagi bermasalah.

Kepala BBPOM Padanng, Zulkifli mengatakan, pihaknya telah melepaskan segel yang sebelumnya dipasang karena gula yang berada di beberapa gudang di Payakumbu setelah berkoordinasi dengan BPOM pusat. Ternyata ada aturan yang memperbolehkan pangan olahan yang kemasannya dalam jumlah besar dan tidak langsung dijual ke konsumen akhir.

“Pertama, dasar hukumnya ada. Kedua, berkaitan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, setelah berkoordinasi dengan pihak Pemko Payakumbuh, gula termasuk bahan pokok dan tiga gudang yang kita amankan termasuk gudang besar, jangan sampai terjadi kelangkaan nanti. Dengan pertimbangan itu dan aturannya jelas,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini gula yang disegel itu sudah bisa kembali dijual, Baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar.

“Kita tahu di swalayan banyak beredar gula yang kemarin masuk daftar cekal itu. Jadi proses dari awal sampai akhir hanya Gulaku ini yang dijual. Ada yang kemasan satu Kg dan yang kita segel kemarIn kemasan 50 Kg. Prosesnya sama, Cuma kemasannya akhirnya saja yang berbeda. Masalah hanya masalah izin edar. Ini sudah jelas, dia boleh tidak punya izin edar, boleh iya,” katanya. (bule)