BPS Prediksi Inflasi 2016 di Bawah 3,5%

 

Ilustrasi (liputan6.com)
Ilustrasi (liputan6.com)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang 2016 (Januari-November) telah mencapai 2,59 persen. Inflasi ini lebih rendah dibandingkan dengan target Bank Indonesia (BI) sebesar 4 persen plus minus 1 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, inflasi hingga saat ini masih relatif terkendali. Hingga akhir, diprediksi tidak ada lonjakan inflasi meskipun terdapat libur natal dan tahun baru.

BPS pun menyakini bahwa inflasi hingga akhir tahun akan tetap stabil. Diperkirakan inflasi akan berada di bawah 3,5 persen.

“Kira-kira tingkat inflasi kita sekarang kondusif, relatif rendah. Kalau tidak apa-apa, tidak ada inflasi tinggi di Desember, saya kira 3,5 persen saja sulit dilewati. Pak Jokowi prediksi 3,2 persen. Nanti kita lihat seperti apa,” tuturnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Rendahnya inflasi ini mampu untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, dengan rendahnya inflasi, maka akan berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat. Dengan begitu, angka pertumbuhan ekonomi dapat mencapai di atas 5 persen pada tahun ini.

“Karena inflasi masih rendah kita kan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen sedikit, atau lebih tinggi dari inflasi. Kita punya daya beli lebih tinggi. Itu salah satu yang mendukung. Jadi masyarakat tidak khawatir untuk lakukan spending kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (lek)

agregasi okezone1