Bulan Ini, Pencarian MH370 Segera Dihentikan

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

KUALA LUMPUR – Maret tahun ini, genap dua tahun upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 .

Jika tak ada perubahan, pencarian akan dihentikan dalam dua pekan mendatang. Proses pencarian telah mencakup wilayah seluas 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia. Di sisa-sisa upaya itu, Pemerintah Malaysia dan keluarga korban berharap hasil terbaik.

Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong mengumumkan perkembangan pencarian itu kemarin. Dia mengatakan, upaya pencarian telah memasuki tahap terakhir. “Kami akan menghentikan pencarian pada dua pekan yang akan datang. Kami berharap dapat menemukan pesawat itu,” ujar Liow kepada media di Plaza Toll Sungai Besi, Kuala Lumpur, Malaysia.

Liow tidak menybutkan tanggal pasti penghentian pencarian MH370, tapi dia mengatakan Pemerintah Malaysia, Australia, dan China akan melakukan pertemuan jika laporan akhir pencarian MH370 sudah pasti. Pada akhir bulan Desember 2016, kapal tim gabungan pencari MH370 mulai menyisir wilayah bagian selatan perairan Samudra Hindia.

Pemerintah Malaysia meyakini pesawat Boeing 777- 200ER itu jatuh di Samudra Hindia. Meski demikian, sejauh ini misi pencarian di wilayah barat pantai Australia itu, yang dibantu dunia internasional dengan teknologi terbaru dan data lengkap, tidak membuahkan hasil positif. Bahkan mereka tidak menemukan satu pun serpihan pesawat MH370 di wilayah pencarian tersebut.

Biro Keselamatan Transportasi Australia (Australian Transport Safety Bureau/ATSB) yang memimpin misi pencarian juga pesimis.

Pada Desember lalu, mereka menyatakan bangkai pesawat MH370 kemungkinan tidak berada dalam zona pencarian saat ini. Mereka menduga jatuhnya pesawat terletak sedikit ke wilayah utara. Pernyataan ATSB didasarkan pada hasil kajian sejumlah ahli dari Australia dan dunia internasional.

Kendati demikian, mereka juga tidak dapat menjamin kredibilitas laporan itu. Pemerintah Malaysia, Australia, dan China sebelumnya sepakat akan mengakhiri operasi pencarian pada awal 2017 kecuali mereka memperoleh informasi yang dapat dipercaya. Demikian kbknews.id. (rahmat)