Toko Taki
Menu Click to open Menus
Home » Padang » Bus Kota Dilarang Naikkan Tarif Seenaknya

Bus Kota Dilarang Naikkan Tarif Seenaknya

(17 Views) April 4, 2013 6:07 am | Published by | No comment

PADANG — Susahnya mendapatkan solar beberapa hari terakhir di Kota Padang, membuat sejumlah bus kota menaikkan tarif penumpang secara sepihak. Keadaan ini jelas membuat warga yang biasa menggunakan jasa transportasi tersebut, mengeluh. Sementara Dishubkominfo akan menindak tegas.

Pantauan Singgalang, Rabu (3/4) di beberapa bus kota jurusan Pasar Raya-Tabing, mulai memasang tarif lebih tinggi 50 persen dari ongkos yang telah ditetapkan oleh dinas terkait. Dengan adanya keadaan ini membuat sejumlah penumpang yang pada umumnya terdiri dari pelajar dan mahasiswa, mengeluh.
Seperti dirasakan Dewi, salah seorang siswa SMA di Kota Padang. Ia mengaku sangat keberatan dengan adanya kenaikan yang diterapkan beberapa bus kota tersebut.
“Dari yang biasanya Rp2.000 sekarang kok jadi Rp3.000 yang diminta kenek bis kota itu. Kalau begini keadaannya, uang jajan jadi berkurang,” keluhnya.
Menurut Dewi, dari sejumlah bus kota yang ada di Kota Padang, ada dua sampai tiga kenek bus yang menerapkan kenaikan tarif sepihak ini.
Hal yang sama juga dikeluhkan Yuni, salah seorang karyawan swasta yang setiap harinya menaiki bus menuju kantornya. Menurutnya, keadaan kenaikan tarif yang telah dirasa sejak beberapa minggu terakhir ini tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota sebelumnya.
“Ketetapan tarif baru dari pemerintah juga tak ada, kok main naik-naikan saja,” tukasnya.
Sama seperti yang dikatakan Dewi, menurut Yuni dari sejumlah bus kota yang ia naiki, ada beberapa kenek bus yang menetapkan tarif penumpang seenaknya.
“Kalau dikasih uang pas sebesar Rp2.000 kepada kenek, ia menerima saja. Tapi, kalau uang kita Rp5.000, kembalian yang diberikan kepada kita hanya Rp2.000. Tolong dong dinas terkait dapat menertibkan keadaan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kota Padang, Firdaus Ilyas yang ditemui Singgalang, kemarin menegaskan, tak ada kenaikan tarif angkutan.
“Solar kan cuma langka bukan naik. Kalau naik, pasti akan ditetapkan kenaikan tarif. Untuk itu, saat ini tidak ada hak sopir bus atau keneknya untuk menaikkan ongkos penumpang,” katanya.
Firdaus mengatakan, dengan adanya bus kota yang membandel dalam penetapan tarif ini bisa saja Dinas Perhubungan memberikan sanksi kepada pihak perusahaan angkutan umum tersebut. Salah satunya adalah pencabutan izin trayek.
“Untuk itu, kita harap Organda juga harus proaktif untuk memberikan informasi dan pengertian kepada pengusaha angkutan umum. Yang pasti, setiap sopir bus kota dilarang menaikkan tarif. Jika masih membandel kita akan berikan surat teguran hingga pencabutan izin trayek,” tegas Firdaus. (wahyu)

Categorised in:

No comment for Bus Kota Dilarang Naikkan Tarif Seenaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>