Butuh Uang, Ayah Dua Anak Ini Nekat Jadi Kurir Ganja

Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)
Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)

PADANG – Terdesak kebutuhan ekonomi, Andrican (43) nekat menjadi perantara jual beli narkotika jenis ganja. Namun bukan uang yang diterimanya. Warga Kelurahan Lolong Belanti, Padang Utara ini malah harus mendekam di balik jeruji besi.

Saat memberikan keterangannya di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (27/10), Andri mengaku disuruh oleh Antan (DPO) untuk mengantarkan ganja kepada pemesan.

”Sehari sebelum penangkapan, Antan datang ke rumah dengan membawa tas berisikan tiga kilogram ganja. Antan menyuruh mengantarkan barang itu,” ujarnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Agus Kamarudin.

Barang haram itu diantarkannya kepada seseorang di kawasan Lolong Belanti pada 26 Mei 2016 sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika mengantarkan barang bukti tersebut, terdakwa yang berprofesi sebagai petani ini ditangkap aparat kepolisian yang menyamar menjadi pembeli.

Terdakwa mengaku baru sekali itu sebagai perantara jual beli narkotika. Dia baru kenal dengan Antan yang sudah menjadi target operasi polisi dua minggu sebelum penangkapan.

Kepada terdakwa, Antan menjanjikan akan memberi upah Rp250 ribu per kilogram dari ganja yang terjual. “Saya melakukan ini karena lagi butuh uang,” ujar bapak dua anak tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vivi Nilasari menilai, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan. (yuki)