Arsip | Tajuk

Menjadi Kepala Sekolah Hebat

Posted on 15 April 2014

Hasil penelitian Gilberg Austin terhadap semua kepala sekolah di negara bagian Maryland Amerika Serikat, tentang adanya perbedaan antara sekolah yang berprestasi tinggi dan rendah, hal ini disebabkan oleh karena pengaruh kepala sekolahnya.
Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Ruth Love (1996) yang menyatakan, “I never seen a good school without a good principals.”
Pernyataan Ruth Love di atas mengandung arti, saya tidak pernah melihat sekolah yang baik tanpa dipimpin  kepala sekolah yang baik. Jelaslah bagi kita bahwa kepemimpinan kepala sekolah menjadi peran sentral terhadap keberhasilan sebuah sekolah. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Koalisi akan Mengerikan

Posted on 15 April 2014

Setelah pemilu legislatif berlalu, kini partai politik berpacu menjalin koalisi untuk pencalonan presiden. Lantaran tak ada partai yang bisa maju sendiri, mau tak mau harus dicari mitra.
Koalisi kali ini akan mengerikan. Sebab, ada kandidat yang dianggap punya kans besar. Para kandidat membutuhkan mesin politik yang banyak, sehingga suara bisa didulang.
Dalam analisa banyak pengamat, koalisi bisa menjadi ajang politik dagang sapi. Kesepakatan bukan lagi komitmen dalam membangun bangsa, tapi bisa memberi apa dan berapa. Selain itu, juga tak tertutup kemungkinan berbagi kue kekuasaan. Bila tak tercapai deal dengan satu partai politik, bisa berpaling ke pihak yang lain.
Artinya, hari-hari ke depan akan penuh dengan posisi tawar. Bukan tidak mungkin pula, partai politik kompak enggan berkoalisi, sehingga ada kandidat yang tadinya diperhitungkan, bisa tak dapat mencalonkan diri.
Politik memang bola liar. Dia bisa mengelinding ke mana-mana. Politik juga dagangan, karena di negeri ini terlalu banyak orang yang harus kekuasaan. Soal ada politisi yang mengaku mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, itu klise. Itu hanya teori yang sulit terlihat realisasi.
Politik juga mengajarkan, tak ada kawan yang abadi dan tak ada pula lawan yang abadi. Dalam anekdot banyak pihak, politik juga tak mengenal istilah haram. Apa saja yang dilakukan dianggap halal.
Namun, koalisi ke depan jangan seperti yang sudah-sudah. Setgab yang mendukung pemerintahan sekarang, koalisinya cuma basa-basi. Mereka saling sandera dalam banyak hal, terutama menyangkut penetapan kebijakan yang berhubungan dengan parlemen.
Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro menyarankan, agar koalisi bisa berjalan afektif setelah masuk di pemerintahan, maka masing-masing partai harus berkoalisi dengan partai yang memiliki kesamaan, baik dalam visi maupun misi.
Namun, ujarnya, koalisi itu seharusnya juga tidak lebih dari tiga partai. Asal sudah bisa memenuhui syarat 20 persen suara di parlemen maka sudah bisa terbentuk.
Setelah terbangun koalisi di pemerintahan, kata Siti, yang perlu diutamakan adalah menata permasalahan yang ada di dalam negeri. Terutama, masalah otonomi daerah dan masalah pilkada.
Para politisi sekarang memang harus hati-hati. Jangan hanya mengejar koalisi sesaat, namun nantinya berakibatkan jalannya pemerintahan akan terganggu. (*)

Comments (0)

Politisasi Ahli Kubur

Posted on 11 April 2014

Ali Mustafa Yaqub–

Hampir setiap menjelang pemilihan umum (pemilu), ada perilaku aneh yang ditunjukkan penduduk negeri ini.
Menjelang pemilu 2004, di Jawa Timur ada orang mengaku bertemu Sunan Ampel, salah seorang Wali Songo yang wafat kurang lebih enam abad lalu.
Pertemuan ini menurutnya dalam keadaan terjaga, tidak dalam keadaan mimpi. Ia mengklaim mendapat pesan dari Sunan Ampel untuk disampaikan kepada umat Islam Indonesia. Yakni agar dalam pemilu, mereka memilih calon legislatif (caleg) dari partai anu dan calon presiden bernama fulan. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Politik Memang Liar

Posted on 11 April 2014

Politik ternyata memang liar. Ibarat main bola, situasi sulit diprediksi. Meski sejumlah partai meraih hasil maksimal, namun tetap saja tak sesuai harapan.
Meski menang, namun PDIP tetap saja tak sesuai harapan. Partai lain juga menurun perolehan suara. Jauh sebelum pemilu, partai berlambang moncong putih itu diperkirakan mendulang suara lebih dari 30 persen. Namun fakta bicara lain. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Lapang Dada Menerima Hasil Pemilu

Posted on 10 April 2014

Hiruk-pikuk pesta demokrasi pun berlalu. Berakhir sudah berbagai aktivitas politik yang melelahkan sepanjang tahun ini. Berakhirnya pemilu ditandai dengan pemberian suara oleh rakyat. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Mungkinkah Korupsi Diselesaikan Secara Adat?

Posted on 08 April 2014

M.Sayuti Dt. Rajo Pangulu–Ketua Umum Pucuk Pimpinan LKAAM Sumbar–Masalah korupsi di negara kita sangat memerihatinkan dan sampai menyedihkan dan memilukan banyak orang. Mulai dari pejabat tinggi sampai pejabat rendah.
Mulai dari pemimpin sampai kepada rakyat. Penomenal di atas tidak bermaksud mendeskriditkan seseorang atau kelompok orang tetapi adalah ingin melihat fenomena tersebut secara adat. Bila kita baca kitab sastra sejarah lama nusantara sebagai naskah kuno di nusantara, rupanya masalah korupsi ini  sudah ada juga. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Pilkada Padang di Tengah Pileg

Posted on 08 April 2014

Tinggal hitungan jam, masyarakat Indonesia akan menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan besok sebagai hari pencoblosan pemilihan umum legislatif. Untuk itu juga, pemerintah telah menetapkan besok sebagai hari libur nasional.
Dengan hitungan jam itu, diyakini masyarakat telah punya kandidat pilihan dan tinggal merealisasikan saja di dalam bilik suara melalui kertas suara. Kita yakin, masyarakat pemilih tidak ingin salah dalam memilih. Karena, salah mencoblos, akan berdampak pada perjalanan bangsa Indonesia lima tahun ke depan. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Kembalilah ke Bangsaku ke Pancasilais Sejati

Posted on 07 April 2014

M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu
Ketua Umum Pucuk Pimpinan LKAAM Sumbar
Bangsa Indonesia sedang diterpa musibah krisis etika dan sopan santun. Tidak saja pejabat bahkan sampai ke anak-anak. Anak bangsa ini sangat membutuhkan ketauladanan dari pemimpin.
Pemimpin tidak hanya pejabat, pegawai, legislatif, tetapi juga sampai pemimpin di rumah tangga. Karena dalam ajaran adat Minangkabau syara’ mangato,  setiap kamu adalah pemimpin dan setiap yang kamu pimpin harus kamu pertangung jawabkan di hadapan mahkamah ilahi di yaumil akhir nantinya.
Pancasila sakti dan pancasila sejati. Mengapa Pancasila dikatakan sakti. Karena Pancasila mampu mempersatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke.
Waktu Pancasila ditetapkan menjadi dasar negara oleh Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)  ada dua pendapat yang menonjol yaitu pendapat Prof. Mr. Muhammad Yamin disebut orang Minang Angku Yamin dan pendapat Ir. Soekarno disebut Bung Karno. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Pemilu, Jangan Ada Kecurangan

Posted on 07 April 2014

PEMILU 2014 sudah di ambang pintu. Seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Sumatera Barat akan menyalurkan hak pilihnya pada Rabu (9/4).
Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota 2014 akan menjadi pemilu langsung ketiga dan akan digelar secara serentak di negara ini
Sehubungan dengan hal itu, kita semua  tidak ingin melihat pemilu  ada kecurangan-kecurangan, baik dibidang penghitungan suara baik di tingkat TPS dan yang lebih tinggi. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Daya Pikat Guru

Posted on 03 April 2014

Pesona dan daya pikat guru bukanlah terlihat dari kecantikan atau ketampanan wajahnya seperti halnya para artis dan  aktor layar perak yang mengandalkan rupa atau wajahnya sebagai pesona dan daya pikat bagi penggemarnya.
Seiringan dengan  berjalan waktu dan bertambahnya usia mereka, semakin pudar pula  pesona dan daya pikat  dirinya bagi pengemarnya. Baca Selengkapnya

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here

Pojok

  • + Gagal pemilu,
    Caleg diceraikan isteri
    - Malang bana nasib, kursi empuk ndak dapek, bini cigin lo
    + Anang tak ambil pusing soal
    perolehan suara
    - Bini si nan dek lai tantu iyo. Kok indak cigin lo mah