Cuaca Menjadi Musuh Terberat Atlet Cabor Panjat Tebing

Atlet panjat tebing berjuang menyelesaikan rintangan di arena Panjat tebing komplek Gor. H. Agus Salim, Padang, Rabu (23/11). (rahmat zikri)
Atlet panjat tebing berjuang menyelesaikan rintangan di arena Panjat tebing komplek Gor. H. Agus Salim, Padang, Rabu (23/11). (rahmat zikri)

PADANG – Meski permasalahan peralatan sudah mulai teratasi, namun kini cabor panjat tebing di pelataran parkir depan Kantor Dispora Padang, komplek GOR H. Agus Salim harus mengalah pula dengan cuaca yang tak menentu. Baru saja pertandingan dimulai tidak lama turun hujan alhasil pertandingan pun kembali terhenti.

Technical Delegate cabor panjat tebing Adek Mursalin kepada singgalang mengatakan bahwa pertandingan tidak bisa dilanjutkan jika terjadi hujan karena berpengaruh besar pada jalur yang menjadi licin.

“Pertandingan memang tergantung cuaca, untuk itu panitia memfokuskan untuk menyelesaikan babak kualifikasi dari seluruh kategori. Meski demikian hari kedua ini telah menyelesaikan dua kategori yaitu Lead Spider Kid B dan C,” katanya.

Pada hari kedua pelaksaan cabor panjat tebing ada delapan kategori yang di perlombakan dari 28 kategori yang di ikuti 18 Kabupaten/kota dengan total 302 atlet.

Medali emas dari dua kategori itu diborong kontingen Kota Padang Rizky Aditya dan Ahmad Zaki namun medali emas belum diserahkan panitia.

Rizki Aditia yang turun di kelas Spider Kid C memboyong emas, setelah mengungguli atlet asal Sawahlunto, Zihran Pangestu (perak), rekan se daeranya Kota Padang, Dian Aprilio dan Cristiano Michael Siregar kabupaten 50 Kota. Guebernur Irwan Prayitno menggalungkan medali di nomor itu.

Sementara Ahmad Zaki yang turun pada nomor Spider Kid B sukses menjadi yang terbaik, setelah dalam laga puncak berhasil mengungguli pemanjat asal Sawahlunto, Ramadani (perak) dan pemanjat asal Pasaman Barat Wahyu Partama.

“Dua kakak beradik ini sukses menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Padang. Mudah-mudahan keberhasilan Zaki dan Adit ini bisa diikuti pemanjat lain,” ujar pelatih Panjat Tebing Padang Khairul Lobak.

Lebih lanjut, Khairul yang juga ayah kandung kedua atlet itu mengungkapkan Adit masih kelas III di SD Sabihisma I. Berkat kegigihan dan semangat juang yang sangat tinggi Adit mampu melewati rintangan itu hingga ke puncak. Begitu juga kakak Adit, Ahmad Zaki.

“Ini buah kerja keras meraka. Kami sebagai pelatih atau orang tua hanya mengarahkan dan memberikan taktik yang benar, agar bisa tampil sempurna saat lomba,” terang Lobak. (rahmat)