Cuaca Tak Menentu, Tangkapan Nelayan Pariaman Turun Drastis

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PARIAMAN – Fluktuasi cuaca yang berlangsung sejak sebulan terakhir berdampak buruk pada hasil tangkapan ikan yang ujung-ujungnya berpengaruh pada pendapatan nelayan tradisonal.

Sofyan (52) seorang nelayan di Desa Balai Nareh, Kecamatan Pariaman Utara, Senin (7/11) mengatakan, sejak sebulan terakhir, persisnya sejak kondisi cuaca tak menentu, dia tak bisa efektif pergi ke laut mencari ikan.

“Kalau cuaca bagus, tiap hari kami turun ke laut. Bahkan, dalam sehari bisa dua atau tiga kali kami bolak-balik pergi mencari ikan. Hasil ikan tangkapan pun cukup lumayan. Tapi sejak cuaca tak menentu sebulan terakhir, dalam sepekan hanya dua atau tiga kali kami bisa turun ke laut,” katanya.

Dua atau tiga kali seminggu kesempatan bisa turun ke laut di tengah cuaca tak menentu, juga tak memberi hasil tangkapan yang maksimal. Sebab, nelayan hanya memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari ikan di wilayah perairan yang dekat jaraknya dari pantai.

Dikatakan, saat cuaca tak menentu seperti sekarang, nelayan tradisonal yang biasa menggunakan perahu biduak robbin dengan kapasitas mesin 5 PK, tak berani mencari ikan sampai jauh ke tengah laut, seperti biasa. Nelayan hanya beraktivitas di perairan sekitar pulau terdekat.

Hal itu untuk berjaga-jaga dan untuk menghindari hal tak diinginkan ketika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di tengah laut saat beraktivitas mencari ikan. Kalaupun akan terkena dampak badai dan angin kencang, minimal ada pulau terdekat tempat berlindung.

“Pergi ke laut menangkap ikan dalam kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang, resiko kecelakaannya sangat besar. Lagi pula, ketersediaan ikan yang akan ditangkap biasanya jauh berkurang. Apalagi beraktivitas hanya di sekitar perairan pulau. Tapi mau gimana lagi, ekonomi kami disini,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pariaman sejak sebulan terakhir intensif menyebarluaskan imbauan kepada nelayan agar memperhatikan benar kondisi cuaca ketika pergi melaut. Perubahan cuaca yang berlangsung tiba-tiba, seperti yang terjadi saat ini sangat mengancam keselamatan nelayan.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Pariaman, Zam Zamil mengatakan, pihaknya selalu memperbaharui informasi cuaca dari BMKG, kemudian menyebarluaskan informasi perubahan kondisi cuaca tersebut kepada berbagai pihak, termasuk kepada nelayan dan awak kapal wisata. (tomi)