Awak Nan Badarah-darah, Urang Nan Makan Dagiang

Kalau dukungan Gerindra kepada Irwan terkait kesuksesan sebagai Gubernur tentu ada pro kontra, dan Gerindra tentu juga punya alat ukur yang objektif untuk menilai hal tersebut.

Namun, Irwan sebagai perwakilan PKS tidak dapat diganggu gugat. Itu mungkin konsekuensi dari koalisi kedua partai.

Yang bikin pertanyaan itu perihal Wakil Gubernur. Kenapa kader Gerindra di Sumbar seakan mengamini opini yang muncul saja, tentang Nasrul Abit (NA) di gadang-gadangkan bakal jadi pendamping Irwan Prayitno mewakili Gerindra, kedua kandidat ini akan maju dengan menggunakan koalisi PKS-Gerindra.

Entah kenapa pertanyaan besar muncul dikepala saya, kenapa NA digadang-gadangkan, seberapa besar pengorbanan NA bagi kemajuan Gerindra? Ataukah Gerindra mendapatkan “sesuatu” dari NA?

Mungkinkah Gerindra kekurangan kader berkualitas, padahal menurut saya masih ada Syuir Syam, Ade Rezki Pratama, Sukri Bey, Afrizal, Endang Irsal, Muzni Zakaria.