Danau Maninjau Semakin Gawat Saja

LUBUK BASUNG – Danau Maninjau semakin gawat. Limbah pakan ikan di Danau Maninjau dari kesehari semakin menumpuk. Dari data yang berhasil dihimpun Singgalang saat ini tumpukan limbah pakan ikan di Danau Maninjau sudah mencapai 111.889,84 ton.

Menurut Walinagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya Nazaruddin Dt. Palimo Tuo Rabu (14/9) yang juga Ketua Forum Wali Nagari Salingka Danau Maninjau, memperkirakan dari sejumlah pakan ikan yang ditaburkan itu, paling-paling banyak pakan ikan yang dapat dimakan ikan itu hanya 2/3 bagian, sedang 1/3-nya turun ke dasar danau.

Kalau pemberian pakan dilakukan pemilik Keramba Jaring Apung (KJA) bisa dikontrol. Tapi jika orang upahan, pakan ikan itu banyak terbuang.

Menurut Peneliti LIPI Afrizal, KJA berkontribusi langsung atas terjadinya pencemaran danau. Hal itu disebabkan menumpuknya limbah organik, terutama pakan ikan di dasar danau.

Itu terjadi karena sistem budidaya ikan di KJA yang tidak hemat dalam pemberian pakan ikan. Pakan jatuh ke bawah dan mengendap di dasar danau. Berdasarkan penelitiannya sejak 2001 hingga 2012 jumlah limbah organik di Maninjau mencapai 111.889,84 ton dengan rata-rata limbah 9.324,98 ton per tahun atau 25,90 per hari. (lukman)