Data Sementara, 236 Toko dan 2.515 Lapak di Aur Kuning Terbakar

Walikota Bukittinggi saat meninjau ke Aur Kuning. (gindo)
Walikota Bukittinggi saat meninjau ke Aur Kuning. (gindo)

BUKITTINGGI – Data sementara pascakebakaran Pasar Aua Kuniang, jumlah toko yang terbakar hasil penghitungan sementara petugas 236 toko, 2.515 lapak yang berada di lantai I, II dan III serta Blok J lantai II.

Walikota Bukittinggi, Jumat (17/11/2017) menyatakan, terkait penyebab kebakaran akan diselidiki petugas kepolisian, bahkan tim inafis dari polda sudah di Bukittinggi dan dari bareskrim juga akan turun.

Menurut Ramlan kebakaran itu adalah musibah dan itu terjadi secara beruntun, meskipun demikian yang dilakukan Pemko Bukittinggi pertama memastikan api benar benar sudah padam sehingga tidak menyebar ke lokasi lain.

Kemudian pihaknya segera menyampaikan laporan awal kepada Presiden, Wakil Presiden, DPR dan DPD RI, menteri terkait, gubernur dan DPRD dan semua yang terkait.

“Saat ini kita sedang mendata berapa jumlah korban kebakaran ini baik toko maupun kios yang terbakar termasuk dampak dari kebakaran itu, karena dampaknya besar,”tegasnya.

Karena itu pihaknya mengharapkan kepada pedagang untuk bersabar. Ramlan juga minta kepada semua pihak agar jangan memprovokasi masalah ini, dan mengonceng dalam musibah ini.

Pemerintah daerah bagaimanapun juga pasti akan memikirkan lokasi penampungan agar para pedagang dapat segera berjualan kembali. Karena itu pihaknya akan segara merapatkan dengan Forkopinda dan OPD terkait untuk memutuskan langkah apa yang akan dilakukan termasuk dimana lokasi penampungan bagi pedagang korban kebakaran itu.

Menyikapi kebakaran itu ketua DPRD Beny Yusrial meminta Pemkountuk secapatnya menghitung biaya yang diperlukan untuk menagani kebakaran itu, kebetulan APBD belum ketuk palu.

“Sebetulnya Jumat ini APBD 2018 sudah ketuk palu, tapi karena kebutuhan untuk penangan pasar atas makanya APBD ditunda pengesahanya. Sekarang terjadi lagi kebakaran karena itulah kita minta kepada pemko untuk cepat melakukan pemghitungan biaya yang dibutuhkan sehingga dapat di masukan ke dalam APBD sebelum tokok palu,”tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD H.Trismon menghimbau kepada pemerintah daerah untuk segera menetukan langkah akan dibawa kemana tempat relokasi pedagang itu, kemudian segera menurunkan tim teknis untuk mengkaji bangunan itu apakah layak dipakai atau bagaimana, ini perlu keputusan yang cepat sehingga pedagang tidak bertanya lagi.

Menurut Trismon salah satu lokasi relokasi mungkin dijadikan relokasi adalah terminal. (gindo)