Datangi DPRD, Pedagang Pasar Ateh Tolak Relokasi di Perintis Kemerdekaan

Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Ateh menyampaikan aspirasi ke DPRD Bukittinggi. (asrial gindo)
Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Ateh menyampaikan aspirasi ke DPRD Bukittinggi. (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Ateh, Bukittinggi mendatangi kantor DPRD, Kamis (2/11/2017).

Mereka miminta DPRD memfasilitasi pedagang dengan walikota untuk secepatnya menetukan lokasi relokasi pedagang korban kebakaran.

Rombongan pedagang itu diterima Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial bersama Wakilnya H. Trismon dan sejumlah anggota dewan lainya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam itu, para pedagang tetap menolak lokasi relokasi korban kebakaran itu di Perintis Kemerdekaan sebagai mana yang direncanakan Walikota.

Menurut Yong Heppy salah satu warga yang ikut mendatangi DPRD itu mengatakan Jalan Perintis Kemerdekaan kurang tepat dijadikan lokasi penampungan. Selain sepi pembeli akan terjadi pengalihan kios kepada pihak ketiga.

Selai itu biaya untuk membuat penampungan dilokasi itu cukup besar dan akan terlalu membebani pemerintah daerah.

Karena itu para pedagang meminta perintah daerah untuk mengizinkan pedagang berjualan di sekitar kawasan Jam Gadang, Jalan Minangkabau atau Ahmad Yani.

Sementara Indra Jaya dari perwakilan Pemgurus persatuan Pedagang Bertingkat (P4B) Indra Jaya meminta agar mendudukan dulu masalah pernampungan ini sebelum lokasi kebakaran pasar atas itu dipagar.

H. Syahrul yang juga perwakilan pedagang berharap minggu ini sudah ada keputusan sehingga mereka dapat segera berjualan.

“Jika pemerintah tidak juga memberikan izin berjualan di lokasi yang sudah kita sepakati, maka jangan salahkan kami berjualan di sekitar pendestrian Jam Gadang tersebut,”tegasnya.

Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial sangat memahami tuntutan dari pedagang itu, karena itu pihaknya akan membicarakanya dengan pemerintah daerah. (gindo)