Daun Bawang Sungai Pua Masuk Jakarta

BUKITTINGGI – Sukses memasarkan daun bawang (bawang perai) ke Pulau Batam, kini Hery Rajo Indo, petani asal Sungai Pua memasok untuk Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Dari 2,5 ton permintaan baru dapat memenuhi 1, 2 ton. Setiap hari pula dikirim 2,5 ton ke Batam.

“Alhamdulillah selain Pulau Batam, kami  sudah mulai memasarkan  memasarkan daun bawang Sungai Pua ke Jakarta, “ ujar Hery saat ditemui Singgalang di kebun petani binaanya di Bukik Batabuah, Jumat (9/9).

Dijelaskan ayah empat anak ini, untuk merintis pe-masaran daun bawang ke Jakarta itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu, na-mun hal itu tidak terlalu di-seriusinya, namun respon dari Jakarta cukup bagus sehingga ia diminta untuk mengirim daun bawang itu ke Jakarta 2,5 ton perhari.

Namun karena keterbatasan tenaga dan pekerja untuk memanen daun ba-wang itu ia belum dapat memenuhi keseluruhanya.

Untuk satu pekerja yang memanen dan membersih-kan daun bawang rata rata hanya 100 kg/hari..

Sebab untuk satu pekerja yang memanen dan membersihkan daun bawang itu rata rata hanya 100 kg/hari. Itupun sudah mulai start pagi pagi hari hingga pukul 10.00 Wib.

Jadi kalau untuk kebutuhan satu ton daun bawang setidaknya dibutuhkan pekerja 10 orang dan itu belum termasuk tenaga packing dan mengangkut daun bawang dari ladang ke atas kendaraan.

“Dari 2,5 Ton permintaan di Jakarta itu kita baru dapat memenuhi sebanyak 1, 2 Ton, “ujarnya.

Karena selain Jakarta pihaknya juga menyiapkan untuk kebutuhan pulau Batam.

Kendala lain menurut Hery bahwa pihaknya juga harus menjaga masa panen sehingga pengiriman daun bawang itu dapat berlangsung secara rutin tiap hari.

Meskipun demikian pihaknya akan terus berusaha memenuhi permintaan itu, karena petani binaanya terus bertambah dan wilayah binaanya yang saat ini tidak saja di Sungai pua saja, tapi juga ada di Candung dan Ampek Koto.

Selain itu pihaknya juga akan memperbaiki kemasan daun bawang itu, karena selama ini kemasan belum pakai label. (gindo)