Delapan Wanita Terjaring Razia di Bukittinggi

Sejumlah wanita yang terjaring razia (yanti)

BUKITTINGGI – Tim Gabungan menggelar razia pekat, Minggu (7/1) dinihari. Targetnya hotel, kedai tuak, kafe serta tempat hiburan lainnya, termasuk juga balapan liar di Bukittinggi.

Razia dipimpin Kepala Dinas Polisi Pamong Praja, Syafnir. Tim Dibagi dua kelompok, memencar ke hotel dan kafe yang sudah menjadi target untuk meminimalisir kebocoran.

“Kita juga turun tidak langsung menggunakan mobil dalmas agar tidak mencurigakan, ketika ada tangkapan baru dalmas ke TKP. Handphone anggota yang turun juga dikumpulkan ketika akan berangkat razia,” sebut Syafnir.

Awalnya petugas bergerak ke beberapa hotel yang dicurigai. Tidak ditemui pasangan ilegal, hanya tamu berkeluarga. Selanjutnya beberapa kafe dan karaoke beroperasi lewat waktu. Ditemukan 4 wanita, pada salah satu karaoke di wilayah By Pass. Selanjutnya diangkut ke kantor Pol PP karena tidak bisa menunjukkan KTP atau kartu identitas lainnya.

Beberapa tempat karaoke ditemukan sudah tutup, diduga mereka sudah mengetahui ada razia. Selanjutnya, target berpindah ke kedai tuak. Hasilnya nihil, hanya ditemui anak-anak muda sedang asik menghirup lem. Ketika petugas datang, mereka langsung kabur. Satu orang anak berhasil diamankan.

Kemudian 4 wanita juga berhasil diamankan di depan Taman Makam Pahlawan karena sudah lewat jam masih santai di tempat umum.

“Selanjutnya mereka kami data dan beberapa orang diantaranya ada pemain lama. Kami akan melakukan pemeriksaan. Jika diketahui ada wanita tuna susila akan dilakukan pemeriksaan dulu oleh penyidik, ditunggu dulu rekomendasi dari penyidik,” terang Syafnir. (yanti)