Di Payakumbuh, Tiga Anak Jalanan Dicabuli Waria

44
Ilustrasi. (antara)

PAYAKUMBUH – Payakumbuh dibuat heboh dengan pengakuan tiga anak jalanan yang menjadi korban kejahatan seksual.

Pengakuan itu didapat setelah ketganya terjaring razia Satpol PP, Kamis (11/1). Mereka mengaku sering ‘dikerjai’ seorang waria (wanita pria).

Selain memaksa ketiga anak jalan itu, waria berinisial “A” itu diduga juga pernah melakukan perbuatan tersebut kepada orang lain.

Salah seorang anak jalanan menyebut bahwa ia telah puluhan kali dipaksamelayani nafsu setan si waria yang cukup dikenal di Payakumbuh itu. Ia juga kerap tidur di rumah waria tersebut.

“Saya dipaksa berkali-kali melayani A.  Hal tersebut nyaris terjadi tiap hari,” sebut ABG itu.

ABG lainnya juga mengungkapkan hal yang sama, ia menyebut kenal dengan waria berinisial “A” itu saat bermain Warnet. Saat itu si waria mengajaknya pergi ke suatu tempat dan mengajaknya berbuat asusila.

“Usai melakukan hal tersebut, saya diberi uang Rp5.000,” katanya.

Sebelumnya ketiga anak jalanan itu dijaring Satpol PP bersama empat orang lainnya, saat kedapatan mengisap lem.

Kasat Pol PP dan Damkar Payakumbuh, Devitra didampingi Kabid Tibum dan Tramas, Atrimon, Kasi Operasional, Ricky Zaindra serta Kasi PPD, Erizon, Kamis (11/1) mengatakan bahwa ketujuh ABG itu dijaring atas laporan masyarakat. Hingga kini, 6 di antaranya masih diamankan di Kantor Satpol-PP.

Ketujuh ABG yang berhasil dijaring itu berusia tiga belas hingga tujuh belas tahun. Selain kerap menghirup lem, beberapa orang diantara mereka juga diduga kerap mengkonsumsi narkotika serta diduga pernah dicabuli waria. (bayu)