Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Utama » Di Sumbar, Tingkat Pengangguran Terbuka Naik

Di Sumbar, Tingkat Pengangguran Terbuka Naik

(253 Views) May 17, 2013 7:30 am | Published by | No comment

PADANG — Upaya pemerintah daerah untuk menekan laju angka pengangguran di Sumatra Barat belum membuahkan hasil maksimal. Bahkan, di tengah turunnya angka pengangguran terbuka secara nasional, Sumbar justru mengalami peningkatan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri, mengatakan, pada periode Februari 2013, angka pengangguran terbuka di Sumbar mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya ketimpangan antara pertumbuhan angkatan kerja, dengan penyediaan lapangan kerja di daerah ini.
“Pada periode Februari, laju pertumbuhan angkatan kerja tercatat 39.431 orang. Sedangkan penyerapannya hanya 35 ribu orang. Jadi, ada 4.000 lebih angkatan kerja yang tidak terserap. Nah, jumlah angkatan kerja itulah yang menambah tingginya tingkat pengangguran terbuka,” kata Yomin kepada Singgalang di Padang, Kamis (16/5).
Berdasarkan data BPS Sumbar, jumlah penduduk yang bekerja di Sumbar 2,24 juta orang. Angka itu lebih rendah dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 2,39 juta orang, sehingga memicu meningkatnya angka pengangguran. Pada Februari 2013, jumlah pengangguran terbuka di Sumbar tercatat 151,2 ribu orang, atau 6,33 persen dari total angkatan kerja.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 146,9 ribu orang, atau 6,25 persen. Sementara dilihat dari jenis kelamin, jumlah pengangguran perempuan meningkat dari 66.200 pada Februari 2012, menjadi 70.400 pada tahun ini. Sedangkan laki-laki juga mengalami kenaikan, menjadi 80.900 orang pada Februari tahun ini, dari 80.800 orang pada tahun sebelumnya.

Anggarkan Rp11,5 miliar
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Sumbar, Syofyan, menyebutkan, lonjakan itu dipicu meningkatnya pencari kerja lulusan SMA. Sedangkan kemampuan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Sebab, kurikulum SMA memang tidak dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tapi harus melanjutkan ke perguruan tinggi.
Sementara, jumlah lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga sulit berkompetisi. “Namun, fluktuasi angka pengangguran di Sumbar trendnya terus menurun tiap tahun. Buktinya, jumlah penduduk yang bekerja terus naik dari 2,11 juta orang tahun 2011, 2,20 juta orang pada 2012 dan 2,24 juta orang saat ini,” terang Syofyan.
Kendati demikian, Pemprov terus melakukan peningkatan kapasitas lulusan SMA yang tidak kuliah, melalui pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK). Di Sumbar saat ini terdapat sembilan BLK yang tersebar di sejumlah daerah antara lain Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Padang Pariaman. Selain itu juga ada di Pesisir Selatan, Payakumbuh, Pasaman dan Sijunjung.
Adapun pelatihan yang diberikan berupa welding, otomotif, sepeda motor. Kemudian menjahit, teknisi hand phone, AC, komputer, prosesing. las, pertukangan, konstruksi bangunan dan PLC. Bahkan pihaknya telah mengalokasikan dana Rp11,5 miliar untuk pelatihan tersebut. “Tahun ini anggarannya lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai Rp14,5 miliar,” tuturnya.
Dengan adanya program pelatihan tersebut, diharapkan tenaga kerja Sumbar siap berkompetisi, di tengah ketatnya persaingan saat ini. “Kalau untuk realisasi pengerjaan fisiknya, kami belum dapat data pastinya. Yang jelas, saat ini BLK di Padang Panjang telah membuka enam paket pelatihan,” ujar Zudarmi.
(404)

Categorised in:

No comment for Di Sumbar, Tingkat Pengangguran Terbuka Naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>