Dipantau Wabup Solok, Ribuan Pendaki Padati Gunung Talang

Pintu masuk jalan Gunung Talang di Aia Batumbuak dikunjungi Wabup Solok. (*)
Pintu masuk jalan Gunung Talang di Aia Batumbuak dikunjungi Wabup Solok. (*)

AROSUKA – Meski ada larangan untuk mendaki terkait cuaca dan aktivitas Gunung Talang yang kurang bersahabat, namun tidak menyurutkan animo masyarakat dan para pencinta alam untuk tetap mendaki sampai puncak Gunung Talang.

Tujuan mendaki selain memang karena hobby, tetapi kebanyakan ingin merayakan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun dalam suasana yang berbeda di puncak gunung.

Dari pantauan Singgalang, ribuan pendaki terus merangsek menelusuri jalan setapak tanpa mengenal lelah. Mereka merayap dan bahkan berdesakan dalam kegelapan malam di jalur pendakian Aie Batumbuak.

“Kami tetap mendaki, karena ini sudah menjadi agenda tim,” ujar Mardi Rosa Tanjung, komandan tim pendakian yang membawa sebanyak 14 anggota.

Sementara itu, juru kunci Gunung Talang dan medis, Ruslan, ketika di temui di Pos II Rambu VI Jorong Koto Ateh ,Nagari Aia Batumbuak, menyebutkan selain pendaki dari Sumbar, puluhan turis mancanegara turut meramaikan pendakian ke puncak Gunung Talang. Mereka diantaranya merupakan turis dari Spanyol, Swiss, Portugal, Inggris, Korea, Jepang dan lainnya.

Pendakian dilakuman selama tiga jam perjalanan sampai menuju puncak gunung yang memiliki kawah aktif. “Dari puncak gunung pencinta alam juga bisa menikmati keindahan dan pemandangan 4 danau, 5 gunung serta laut lepas Samudera Hindia,” jelasnya.

Saat ditemui, beberapa pendaki menyampaikan masukan agar pengelola objek wisata alam atau bahkan pemerintah Kabupaten Solok bersedia melengkapi fasilitas MCK air bersih yang minim. Pengunjung juga membutuhkan tempat ibadah di pintu masuk, termasuk penyediaan tambang untuk membantu pendakian di beberapa titik terjal dan sempit demi keselamatan para pendaki.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin bersama Wakapolres Solok, Kompol Emanuel Lase dan beberapa personel, pada separuh malam Rabu (16/8), turun langsung memantau situasi dan memberikan beberapa arahan kepada sejumlah pendaki.

Ia sekaligus memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan 3 ambulance dari tim kesehatan serta bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kayu Jao. Sedangkan tim BPBD, Tagana, Satpol PP dan jajaran Polres Solok dan personil Babinsa TNI juga menyiagakan petugas dibeberapa titik lokasi yang di anggap rawan.

“Kita harus mengawal dan berjaga-jaga, agar kegiatan pendakian yang silakukan pecinta alam berlangsug lancar, aman dan sukses,” sebut Yulfadri. (rusmel)