Diresmikan Presiden, Indarung VI Berteknologi Tinggi dan Ramah Lingkungan

Indarung VI. (*)

PADANG – Tahun 2017 membanggakan bagi PT Semen Padang khususnya dan Sumatera Barat umumnya. Salah satu pabrik dengan nilai investasi terbesar di Sumbar, sebesar Rp4 triliun lebih, memiliki teknologi tinggi dan ramah lingkungan, sukses beroperasi .

Cement mill (peralatan tempat penggilingan akhir semen) Indarung VI sebenarnya telah beroperasi sejak 24 November 2016. Sementara, raw mill (tempat penggilingan material mentah ) beroperasi sejak 10 Januari 2017, dan kiln (komponen untuk membakar material mentah menjadi bahan semen setengah jadi) sejak 7 Februari 2017.

Pabrik Indarung VI dibangun sesuai amanah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Semen Gresik (Persero), Tbk pada 16 Juni 2012 dan RUPSLB PT Semen Padang pada 19 November 2012. Peletakan batu pertama proyek Indarung VI dilaksanakan pada 26 Mei 2014.

Pabrik ini jadi kebanggaan karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan pabrik lainnya (eksisting), yakni mengadopsi teknologi termutakhir, dan operasional pabrik yang ramah lingkungan.

Teknologi canggih yang dimiliki antara lain, dedusting sistem (penangkap debu) yang sudah mempergunakan bag filter dimana pabrik eksisting masih memakai electrostatic precipitator (ESP).

Dari sisi operasional, pabrik Indarung VI merupakan prototype pabrik yang ramah lingkungan. Main desuting pabrik ini sudah mempergunakan bag filter sehingga dapat mengurangi emisi debu ke lingkungan, hasil Uji pihak ketiga (UNILAB) pada 14 April 2017 menunjukkan emisi buang BHF hanya 1 mg/m3 .

Layout pabrik Indarung VI lebih tertata dengan akses yang lebih baik. Pabrik ini lebih bersih, rapi, dan nyaman. Bangunan CCR yang indah dan nyaman bagi setiap karyawan untuk beraktifitas sehari-sehari. Peralatan dilengkapi dengan sistem keamanan yang menjamin keselamatan pekerja dan peralatan. Pabrik Indarung VI juga dilengkapi dengan Water Treatment Plant dengan proses canggih.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Pabrik Indarung VI yang memiliki kapasitas produksi 2,4 juta ton klinker (setara dengan 3 juta ton semen), diharapkan semakin memberikan kontribusi yang tinggi bagi perusahaan di masa-masa yang datang.

Memang diakui saat ini industri semen nasional tengah menghadapi cobaan berat, dengan terjadinya kelebihan suplai, yang memicu persaingan harga di pasar. Produsen semen nasional juga dihadapkan tingginya cost akibat meningkatnya biaya produksi, serta biaya-biaya lainnya. Tidak berbandingnya antara income dengan cost, telah menggerus laba perusahaan perusahaan semen di Indonesia.

Bertahan di tengah turbulensi
Tahun 2017 merupakan masa-masa yang penuh perjuangan bagi PT Semen Padang. Dalam kondisi industri semen yang mengalami turbulensi akibat sengitnya kompetisi, dan rendahnya demand perseroan bisa bertahan dengan performance yang masih baik, dan meraih berbagai prestasi.

Sebelum 2014, menjadi masa-masa keemasan bagi PT Semen Padang dan perusahaan persemenan lainnya di Indonesia. Pada saat itu, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara ini, sukses mencatatkan laba tertinggi sejak seabad lebih berdiri, yakni di atas 1 triliun. Namun pasca itu, laba terus mengalami penurunan. Hal itu dipicu bertambahnya pemain dalam industri semen nasional. Pada 2013, hanya ada 9 pemain semen nasional, namun pada 2017 meningkat menjadi 17 pemain yang tidak hanya perusahaan milik pemodal dalam negeri, tapi juga para pemain internasional.

Para pemain baru itu juga meningkatkan kapasitas produksi. Di sisi lain, demand nasional tidak bertumbuh positif seperti yang diharapkan. Imbasnya, pada 2017 dengan total kapasitas produksi sebanyak 106 juta ton, dan demand hanya 71 ton, seluruh perusahaan semen ketar-ketir. Kondisi ini diperparah kenaikan harga pokok produksi.

Ketika terjadi perang harga di pasaran, para pemain lain memilih menurunkan harga, hingga melakukan lay off terhadap karyawan. PT Semen Padang tidak mengambil langkah itu. Perusahaan kebanggaan anak negeri ini tidak melakukan PHK terhadap karyawan, namun mengambil strategi efisiensi untuk mempertahankan pangsa pasar dan memenangkan persaingan.

Selama 2017, PT Semen Padang mampu mencapai produksi yang menggembirakan, yakni sebanyak 7.444.143 ton dari target 7.433.900 ton. Produksi tahun 2017 ini tercapai 115,30 % dibandingkan tahun 2016, sebesar 6.456.059 ton.

Sementara dari sisi penjualan, selama 2017 volume penjualan PT Semen Padang sebesar 7.706.870 ton atau 92,20 % dari target sebesar 8.359.000 ton. Dibandingkan dengan 2016, volume penjualan 2017 ini masih lebih tinggi 10,40 % atau sebesar 6.980.615 ton pada tahun sebelumnya.

Selama 2017, PT Semen Padang mencatatkan laba sebesar Rp400 miliar. Pada 2018 ini, PT Semen Padang menargetkan pencapaian laba sebesar Rp600 miliar. (aci)

BAGIKAN