Diskop Padang Sosialisasikan Koperasi pada MUI dan LKAAM

Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Pangulu dan Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar memotivasi anggota MUI dan LKAAM Padang serta pembina koperaai untuk menggerakkan koperasi sebagai salah satu bentuk Takaful Islami di Aula Diskop dan UMKM Sumbar, Rabu (5/10). (zulfadli)
Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti Dt Pangulu dan Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar memotivasi anggota MUI dan LKAAM Padang serta pembina koperaai untuk menggerakkan koperasi sebagai salah satu bentuk Takaful Islami di Aula Diskop dan UMKM Sumbar, Rabu (5/10). (zulfadli)

PADANG – Pemangku adat dan majelis ulama Indonesia (MUI) Padang diajak untuk lebih memberi dorongan bagi tumbuh kembangnya koperasi di Kota Padang.  Peran mereka dinilai sangat strategis karena penyampaian mereka lebih dimengerti dan didengar masyarakatnya.

“Kita ingin agar koperasi mampu mensejahterakan masyarakat Kota Padang.  Kini ada 724 koperasi dan 146 diantaranya berpola syariah, diharapkan jumlahnya bertambah agar makin banyak masyarakat terlayani,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang, Yunisman.

Yunisman menegaskan pihaknya menyadari orang Minangkabau ini beragama Islam dan punya suku. Mereka mempunyai hubungan tak terpisahkan dengan pemuka agama dan penghulu kaumnya. Makanya dinas mensosialisasikan ini kepada ulama dan tokoh adat. Kali ini sosialisasi perkoperasian diberikan pada 30 anggota MUI Padang, LKAAM Padang dan pembina koperasi.

Penekanan nilai-nilai koperasi dari sisi adat dikupas tuntas oleh Dr. M Sayuti Dt.  Rajo Pangulu dari LKAAM Sumbar. Sayuti menjelaskan bagaimana peran orang Minangkabau dalam mendirikan dan upaya mensejahterakan masyarakat.

Dia memaparkan sekelumit sejarah seputar peran tokoh Minangkabau dalam penetapan dasar negara dan proklamasi. Peran Bung Hatta dalam memperjuangkan prinsip gotong royong dan tolong menolong dalam Islam yang dinamakannya koperasi. Banyak sentilan yang diberikannya.

“Orang minangkabau harus ikut memperjuangkan koperasi. Jangan sampai koperasi hanya tinggal kebanggaan saja bagi kita. Sementara yang lain sejahtera berkat koperasi,” tegasnya sambil mengingatkan ekonomi liberal, ekonomi pluralisme, kapitalisme dan sekularisme siap memangsa kita.

Perkuatan dari sisi agama diberikan oleh Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar. Dia memaparkan keutamaan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan. Dia mengajak semua untuk meniru cara Nabi Muhammad membangun ekonomi umat

Gusrizal mengajak seluruh ulama untuk tidak apriori dengan keterlibatan dalam sosialisasi perkoperasian.

“Saya ikut mensosialisasikan koperasi yang diperkuat dengan Gerakan Lima Ribu Membangun Nagari, karena telah diyakinkan koperasi yang dikembangkan berbasis syariah. Orang Minang pasti akrab dengan siatem syariah.  Jadi saya tidak menyalahi fatwa ulama yang menegaskan keharaman bunga,” tegasnya. (zul)