Divonis Empat Tahun, Keluarga Terdakwa Ngamuk

Polisi berusaha menenangkan keluarga terdakwa yang tidak terima akan putusan hakim. (*)
Polisi berusaha menenangkan keluarga terdakwa yang tidak terima amar putusan hakim. (*)

PADANG  – Tak terima Robi Bayu Saputra (22) divonis empat tahun penjara, pihak keluarga mengamuk di ruang sidang Pengadilan Negeri Padang, Selasa (17/10).

Mereka melontarkan cacian dan makian kepada majelis hakim. Teriakan terus dilontarkan, meski petugas pengadilan berusaha meredakannya. Bahkan seorang dari pihak keluarga sempat pingsan ketika Robi digiring ke ruang tahanan pengadilan.

Majelis hakim yang diketuai Agnes Sinaga dengan anggota Inna Herlina dan Agus Komarudion memvonis Robi dengan hukuman empat tahun kurungan, karena dinilai terbukti melakukan tindak pencurian di Kompleks Perumahaan Bea cukai, Kelurahan Rawang Bukit Putus, Kecamatan Padang Selatan pada 10 April lalu.

Dalam amar putusanya, hakim menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Penasihat hukum terdakwa bernama Erial menyayangkan vonis hakim tersebut. Menurutnya, hakim tidak mempertimbangkan fakta yang terungkap di persidangan, dan putusan hanya didasari berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan.

“Dalam putusan itu, hakim hanya mengikuti hasil BAP saja. Sementara fakta persidangan tidak dipertimbangkan, makanya pihak keluarga terdakwa yang merasa anaknya tidak bersalah protes, dan menuntut keadilan kepada hakim,” ujarnya.

Di persidangan katanya, dua rekan terdakwa sudah menyatakan Robi tidak ikut serta dalam pencurian ini. Namun hakim tidak mempertimbangkan hal tersebut. Pihaknya akan mengajukan banding. (yuki)