Dorong Kasang Dimekarkan, Minta Trase Tol Dipindahkan

Ilustrasi (infotol.com)

PARIK MALINTANG– Di Batang Anai, satu nagarinya sudah dimekarkan menjadi lima nagari. Kelimanya Sungai Buluh (nagari induk), Sungai Buluh Utara, Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Barat.

Tiga nagari lainnya Buayan, Kasang dan Katapiang pun didorong untuk segera dimekarkan. Ketiganya sudah memenuhi persyaratan dari segi jumlah penduduk.

“Harusnya jumlah nagari di Batang Anai lebih banyak dari Lubuk Alung. Logika sederhananya, jumlah penduduknya terbesar diantara 17 kecamatan di Padang Pariaman. Kini Lubuk Alung sudah 9 nagarinya, Batang Anai masih lima,” ujar anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy, Dt Bandaro Basa di hadapan walinagari, KAN, Bamus dan perangkat Kecamatan Batang Anai, Rabu (10/1).

Leonardy mengajak KAN, walinagari dan bamus di Buayan, Kasang dan Ketaping untuk segera merumuskan pemekaran. Hindarkan perseteruan antar anak nagari. Kesampingkan kepentingan pribadi.

“Silakan hitung keuntungannya satu nagari dengan dana katakanlah Rp800 juta per tahun untuk satu nagari. Jika pecah jadi tiga maka ada Rp2,4 miliar total untuk pembangunan nagari,” urainya.

Zulkifli Dt Lembang Ketua KAN Sumgai Buluh mengharapkan dorongan Leonardy untuk ikut memperjuangkan kelanjutan normalisasi Batang Anai hingga ke Sungai Buluh.

Sudah banyak rumah yang runtuh ke sungai. Tak terhitung jumlah pohon produktif dan ladang yang hilang.

“Pernah diusulkan ke kabupaten hanya bisa normalisasi maksimal Rp500 juta. Dilayangkan ke provinsi, hingga kini belum terealisasi,” ujarnya.

Ketua Bamus Kasang, Dafri berharap normalisasi kali kecil dari Kasang ke Duku agar dibuat lurus. Ini upaya mengatasi banjir di daerah Kasai.

Dafri juga mengungkapkan rencana pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru yang melewati nagarinya bakal berdampak kurang menguntungkan bagi warga di Nagari Kasang dan sekitarnya. Banyak daerah perumahan dan produktif yang dilalui tol itu nantinya.

Dafri mengharapkan agar anggota DPD RI dan DPR RI asal Sumatera Barat dapat mengusulkan trase tol itu digeser sedikit agak ke bukit. “Ini harapan warga kami tertumpang kepada wakil kami di pusat,” ujarnya.

Menurut Dafri mumpung rencana tol itu masih dalam tahap pembuatan foto udara. Alangkah baiknya disusulkan dulu aspirasi warga, selagi masih bisa untuk dipertimbangkan pusat. (zul)