DPRD Sumbar Berang Buku Penjabaran APBD tak Juga Diberikan Pemprov

Gedung DPRD Sumbar (net)
Gedung DPRD Sumbar (net)

PADANG – Pembahasan rancangan APBD (R-APBD) Sumbar  2017 sudah berjalan beberapa hari. Namun buku penjabaran APBD berisi semua program dan pembagian alokasi dana untuk semua bidang dan SKPD serta data lainnya belum diberikan Pemprov ke DPRD Sumbar. Para anggota dewan berang, mereka merasa diajak menyusun anggaran serupa membeli kucing dalam karung.

Bercermin pada tahun-tahun sebelumnya, buku R-APBD ini biasanya diberikan serentak saat gubernur/wakil gubernur/sekretaris daerah provinsi (Sekdaprov) menyampaikan nota pengantar R-APBD pada rapat paripurna bersama DPRD. Penyampaian nota pengantar ini telah selesai Senin lalu (7/11). Saat itu Sekdaprov, Ali Asmar berjanji memberikannya saat rapat paripurna hari ini, Rabu (9/11). Namun tak terlaksana.

“Kami menagih janji Pemprov terkait buku R-APBD. Namun ternyata sampai detik ini belum juga ada. Apa kita mau membahas APBD seperti membeli kucing dalam karung?” ujar juru bicara Fraksi Demokrat saat rapat paripurna, Rabu (9/11).

Dia mengatakan akhir November ini APBD Tahun 2017 ditargetkan selesai. Namun ternyata bukunya saja belum sampai ke tangan anggota dewan. Padahal untuk membahas R-APBD menurut dia haruslah dengan mempelajari dan menelusuri rincian program, alokasi dan pembagian anggaran untuk semua bidang dan SKPD yang terpapar dalam buku itu.

Menurut Sabar, tak mungkin hanya dengan mencermati ringkasannya saja sebanyak 3 lembar pada lampiran nota pengantar. Buku R-APBD itu tebalnya beratus-ratus halaman. Isinya lengkap dan harus dicermati satu persatu.

“Mulai 15 November pembahasan R-APBD bersama semua SKPD/Dinas akan dilakukan. Namun bukunya belum ada. Apa yang mau kami bahas nanti bersama mereka?” ujarnya.

Fraksi Golkar berpendapat sama dan mendesak Pemprov untuk segera memberikan buku R-APBD pada seluruh anggota dewan seperti tahun-tahun sebelumnya berhari-hari sebelum 15 November.

“Jangan pembahasan R-APBD seperti proses membeli kucing dalam karung? Yang kita bahas ini adalah program dan anggaran setahun ke depan. Bukan main-main,” ujar juru bicara Fraksi Golkar, Zigo Rolanda. (titi)