Dua Hari Penertiban, Kawasan Stasiun Bukittinggi Bebas dari Bangunan

Warga menyaksikan proses pembongkaran bangunan di lahan PT KAI di kawasan Stasiun Bukittinggi, Selasa (4/12). (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Dua hari melakukan pembongkaran, ratusan rumah warga di stasiun Bukittinggi sudah rata dengan tanah. Hanya bangunan masjid, MDA serta sejumlah toko yang masih berdiri di kawasan itu.

Masjid dan MDA tidak ikut dirubuhkan. Sedangkan toko yang berada persis di depan Monumen Tugu Polwan menurut Kepala PT KAI Divre II Sumbar, Sulthon Hasanudin tetap akan dibongkar, namun untuk sementara pembongkaran ditunda karena ada persoalan administrasi yang perlu dituntaskan.

Namun sulton tak menjelaskan administrasi apa yang dimaksud. Informasinya sejumlah petak toko itu di bawah penguasaan pihak TNI AD. Selain aset itu milik PT KAI, ternyata tanah itu juga teregistrasi dalam catatan aset TNI.

Hal itu dibenarkan Kasdim 0304/Agam, Indra Jaya saat ditemui di sela sela pengamanan pembongkaran itu. Menurutnya, sejumlah toko itu sebelumnya dipergunakan untuk koperasi TNI. kemudian dikontrakkan kepada pihak ke tiga.

Sedangkan kepemilikan lahan itu di satu sisi terdaftar sebagai aset PT KAI, namun lahan itu juga teregistrasi di catatan aset TNI. “Semua itu sudah kita laporkan ke atasan, saat ini kita masih menunggu informasi itu dari atasan,” tegasnya.

Pihak PT KAI mengerahkan empat alat berat dalam penertiban itu. Bangunan terakhir yang dibongkar adalah toko bangunan Dagang Penyalur. (gindo)