Dua Irigasi di Padang Rusak Produksi Padi Menurun

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Dua irigasi di Padang mengalami kerusakan akibat banjir sehingga berpengaruh juga terhadap produksi padi. Irigasi yang rusak tersebut terdapat di Kasang 2 Aia Pacah dan irigasi Koto Panjang Ikur Koto (KPIK).

Hal itu Kepala Dinas Pertanian , Syaiful Bahri kepada Singgalang di Padang . Disebutkannya, dari dua irigasi tersebut irigasi Kasang diatasi saat ini dengan sistem dironjong yang saat ini sedang dikerjakan.

Sedangkan irigasi KPIK sedang tender oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Buat sementara menjelang dikerjakan dengan mengalirkan air Lubuk Minturun.

Dikatakannya, irigasi Kasang 2 selama ini mengaliri lahan sawah sebanyak 500 hektar dan KPIK mampu mengaliri seluas 200 hektar.

Lebih jauh dikatakan di irigasi KPIK memang berdampak terhadap intensitas panen. Biasanya 3-4 kali dalam setahun. Namun kini 5 kali dalam setahun.

Bila kedua irigasi ini bisa normal kembali, maka produksi gabah kering atau padi 5,5 ton per hektare. Luas lahan sawah di Kota Padang saat ini 6.474 hektar.

Terjadi penurunan lahan pertanian di Kota Padang yang sebelumnya 15.000 hektar, namun kini hanya tinggal 6.474 hektar. Lalu, minat pemuda pun untuk bergelut dalam bidang pertanian tersebut hanya 30 persen. (syawal)